AGAMA SUBJEKTIF

Biang intoleransi adalah delusi yang didoktrinkan atas nama agama bahwa keyakinan (yang subjektif dan nisbi, agama di sini manusia) adalah sama persis dengan kebenaran (yang objektif dan mutlak, agama di sisi Tuhan).

Syarat menjadi intoleran adalah syndrome pemutlakan persepsi nisbi yang pada dasarnya adalah playing god atau sense of being a prophet.

Agama dihadirkan untuk menata umat manusia, namun justru jadi sumber konflik dan jadi alasan bagi segelintir agamawan palsu untuk menindas sekelompok orang yang disesatkan dan dikafirkan dengan kedok membela kebenaran (baca : keyakinan).

Agama yang layak dihormati adalah yang membuat penganutnya tak merasa terganggu dengan adanya penganut agama lain, bahkan menumbuhkan rasa percaya diri dan kerendahan hati tanpa klaim kebenaran tunggal

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed