AGNOTISISME

Sebagian yang mengaku agnostik tak punya cukup bekal pengetahuan tentang agnotisisme dan latar belakang terma ini serta perbedaannya dengan ateisme dan deisme, namun menjadikannya sebagai status sosial yang mengisyaratkan anti mainstream, sikap kritis dan atribut prestisius.

Secara etimologis, agnostik terdiri atas a yang berari ‘tidak’ dan gno yang berarti tahu atau mengetahui. Sebagai kata bentukan dari agnostism (agnotisism) yang berarti aliran ketaktahuan, kata ejektif agnostik (mestinya) berarti sandangan bagi penganut aliran ketidaktahuan.

Secara terminologis agnostisisme adalah pandangan bahwa ada atau tak adanya Tuhan atau realitas metafisik adalah sesuatu yang tidak atau tidak dapat diketahui. Aliran ini mengisyaratkan sebuah proses pencarian kosmik yang berhenti pada skeptisisme.

Agnotisisme adalah efek saintisme ekstrem yang lahir dari euforia dan klaim bahwa metode dan pendekatan ilmiah dapat diterapkan untuk segala hal, dan bahwa sains adalah cara pandang dunia yang paling otoritatif atau paling berharga hingga menyingkirkan cara pandang lainnya.

Pada dasarnya tak ada orang waras menolak eksistensi sebuah entitas sublim atau kekuatan super yang menjadi kausa utama di balik alam dan semua fenomena di dalamnya. Menafikan Sang Kausa, apapun namanya, secara niscaya menafikan subjek diri, termasuk pengaku agnostik dan ateis

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed