Ahmadinejad: AS Globalkan Krisis Negaranya

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Rabu, kembali menuding Amerika Serikat sebagai penyebab krisis pasar global.

“Sekarang ini bukan krisis global tapi krisismu (AS),” kata Ahmadinejad di Khorramabad Iran barat.

“Setelah kegagalan politik (di Irak dan Afghanistan), kebijakan-kebijakan yang keliru dari AS juga berdampak pada ekonomi mereka sendiri,” kata Ahmadinejad dalam pidato yang disiarkan secara langsung oleh jaringan berita Khabar dan dikutip DPA.

Ahmadinejad mengatakan, hasrat AS dan Barat atas hegemoni telah menyebabkan terjadinya krisis pasar saat ini.

“Kalian (AS) adalah pangkal semua korupsi di dunia dan tidak ada jalan keluar dari masalah ini kecuali kembali ke jalan rohaniah, etik dan keadilan,” katanya.

Dia mengingatkan kepada negara-negara sedang membangun bahwa AS kemungkinan akan berusaha mengganti kerugian ekonomi dengan kebijakan-kebijakan imperialistik baru.

Ahmadinejad bertekad bahwa Iran akan berusaha menghentikan usaha AS “mengekspoitasi negara-negara lain.”

Lebih lanjut dia mengecam Bank Dunia yang menolak pinjaman bagi negara dunia ketiga, padahal Bank Dunia dengan mudah menyerahkan triliunan dolar untuk negara Barat yang sudah maju.(antara)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  1. Dari Bretton Woods ke “Nixon Shock”…AS telah menipu dunia selama puluhan tahun. Semestinya nilai Dolar sudah melemah sejak 1960-an, karena fundamental ekonomi AS yang memang rapuh.
    Tapi berkat akal bulus-nya menjadikan USD sebagai “World Currency”, maka ekonomi AS sebenernya hanya menunggangi ekonomi global saja. Ia seperti parasit yang semakin besar menyedot kekuatan ekonomi dunia dan berlagak seperti kekuatan yang paling besar.
    Dari pertumbuhan ekonomi dunia ini, AS menyedotnya dan dijadikan ke pos-pos pengeluaran militer yang fantastis dan menggunakannya untuk menekan negara2 dunia.
    Untuk melanggengkan posisinya sebagai pemegang “World Currency” perlu dibuat kebijakan ekonomi yang terus meningkatkan kapitalisasi. Namun karena fundamental ekonominya lemah, maka peningkatan kapitalisasi ini tidak memiliki “underlying asset” atau dengan kata lain hanya “bubble yang kosong”.
    Akhirnya bubble ini pecah, ekonomi AS runtuh. Ekonomi dunia akan kembali pulih setelah mensterilkan dirinya dari “parasit” AS.

News Feed