Ahmadinejad: Iran Akan Transfer Teknologi Nuklir ke Indonesia

Iran menyatakan komitmen untuk membagi pengalaman teknologi nuklir sipil dengan Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Teheran kemarin.

 

“Iran siap membagi pengalaman dan pengetahuan dengan Indonesia, termasuk dalam teknologi nuklir sipil dan ekonomi,” ungkap Ahmadinejad.

 

Pada kesempatan tersebut, Ahmadinejad juga mengucapkan terima kasih kepada Indonesia atas sikapnya yang abstain.

 

“Posisi pemerintah Indonesia sudah sesuai hukum dan baik. Saya berharap itu akan menjadi awal bagi satu gerakan untuk memperbaiki struktur internasional,” tegasnya.

 

Lawatan Presiden SBY ke Teheran merupakan kunjungan balasan setelah Ahmadinejad berkunjung ke Indonesia pada Mei 2006 lalu.

 

Dari Teheran, SBY akan mengunjungi Senegal, Afrika Selatan, dan Uni Emirat Arab. SBY berada di Senegal untuk ikut dalam Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Konferensi Islam ke-11. Dalam forum tahunan itu, SBY berencana menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Raja Yordania Abdullah, dan Perdana Menteri Lebanon Fuad Siniora.

 

Kunjungan SBY ke Iran dilakukan sepekan setelah Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi ketiga untuk memberi sanksi pada Teheran atas program nuklirnya. Indonesia bersikap abstain dalam pemungutan suara untuk Resolusi 1803 tersebut. Libya, Afrika Selatan, dan Vietnam yang semula bergabung dengan Indonesia untuk mengajukan keberatan terhadap Iran, akhirnya mendukung resolusi itu.

 

Presiden Ahmadinejad menggambarkan hubungan Teheran-Jakarta sebagai dukungan kuat dunia Islam.

 

“Tidak ada batasan bagi kedua negara untuk memperluas hubungan bilateral, termasuk dalam industri, budaya, dan perdagangan,”paparnya.

 

Di samping itu, Iran juga bersedia meningkatkan kerja sama di bidang perbankan serta memfasilitasi pertukaran pelajar, investor, dan pakar-pakar. Ahmadinejad berharap kunjungan SBY ke Iran akan semakin memperjelas kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

“Saya berharap kunjungan Presiden Indonesia ke Iran akan membuahkan lebih banyak hal bagi kedua negara dan bagi perdamaian global serta keamanan,” ujarnya. (sindo Rabu, 12 Maret 2008 – 05:20 wib)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 comments

  1. saya sangat setuju karena negara indonesia kekurangan tenaga listrik untuk dipakaidn juga nanti membuat indonesia menjadi ramah lingkungan.. dan nantinya transportasi di indonesia memakai tenaga listrik sehingga polus di indonesia berkurang dan devia negara bertambah karena penjuaalan ekspor minyak yang banyak sehingga negara kita makin maju ekonomi makin baik dan maju.. amin semoga tenaga niklir dapat diterpkan di indonesia..

News Feed