Ahmadinejad Kembali Sentil Insiden 9/11

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad kembali menyentil peristiwa serangan 11 September 2001 (9/11) di New York dan Washington, Amerika Serikat (AS).

Dia mengatakan, kejadian itu hanyalah “dugaan peristiwa” yang menjadi alasan bagi Amerika Serikat (AS) untuk membunuh jutaan warga Afghanistan dan Irak. Dia meragukan fakta korban tewas dalam serangan 9/11 itu benar-benar ada 3.000 jiwa.

Keraguan Ahmadinejad itu diungkapkannya saat lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman dan Uni Eropa (EU) menggelar perundingan tentang program nuklir Iran di China kemarin.

“Empat atau lima tahun silam sebuah dugaan peristiwa terjadi di New York. Sebuah gedung roboh dan mereka mengatakan ada 3.000 orang tewas, yang namanya tidak pernah dipublikasikan,” ungkap Ahmadinejad. Pernyataan Ahmadinejad itu merupakan yang ketiga kali dalam sepekan terakhir.

Dia meragukan kebenaran peristiwa serangan 9/11. Saat itu, sejumlah pesawat menyerang New York dan Washington. AS mengklaim dalam insiden tersebut 3.000 orang tewas. Sementara di Shanghai, pembicaraan tentang program nuklir Iran digelar dan dihadiri utusan dari Inggris, China,Prancis,Rusia,AS,Jerman, dan EU.

“Kami berada di sini sekarang untuk mendiskusikan perkembangan terbaru masalah nuklir Iran. Kami telah setuju mendiskusikan usulan baru tentang isu itu,” ungkap wakil Menteri Luar Negeri China HeYafei, kemarin. (okezone)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 comments

  1. Inkonsistensi Barat terhadap program nuklir semakin menguatkan tekad kita untuk tidak mempercayai dan tidak mengikuti Barat (secara substansial). Perlu dukungan real untuk program energi masa depan di kala semakin menipisnya stok energi konvensional (fossil-based). Mengapa AS ngotot ngeroyok prog nuklir Iran? AS berkhayal ingin kuasai energi-dunia masa depan dan bermimpi menjadi agen tunggal energi-dunia di kala dunia krisis energi! Seyogyanya kekuatan Muslim harus bangkit hadapi kepongahan AS dkk. Yang punya power… ayo doong… Sikap abstain Indons di PBB.. mbuh ah… pemimpin Indons ni masih takut ‘kali ya ama Amrik.. PBB katanya milik…. mbuh ah ga ngurusi PBB… Rek.. ayo rek… Islam iki universal lho.. gak hanya di pojok kampung ngurusi slametan tok. Makanya, persoalan nuklir Iran adalah persoalan power kaum Muslim (internasional)… persoalan kita juga… Oye… Trus, gimana doong….

  2. Assalaamu alaikum.. Ustadz Labib, teruskan berjuang melalui tulisan-tulisan antum… Kalo ana sich seneng nulis, but gak ada yang mau baca.. hi.. hi.. kacaw.. Syukran ustadz!

  3. persetan dengan PBB dan eropa, mereka takut sama Negara Islam yg menguasai tehknologi. Iran telah membuyarkan mimpi-mimpi THAGUT untuk menguasai dunia. Dan hanya orang-orang yg “TIDAK PUNYA OTAK” yg tidak mendukung Iran sebagai negara muslim yg mampu melawan hegemoni dunia

  4. pppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppp

News Feed