Akhirnya, Buku itu terbit…

sejarahfikih_c_rev2.jpg

Setelah cukup lama mengalami penundaan karena mesti diidskusikan dengan sejumlah rekan terutama yang memiliki kualifikasi dalam bidang ushul fikih, fikih dan sejarah fikih, buku SEJARAH FIKIH, siap untuk diluncurkan. Semoga kehadiran buku ini memperkaya khazanah pustaka Islam di Tanah Air.

Berikut kata pengantar penulisnya:

Banyak orang yang bingung bahkan kaget saat berada di Masjid al-Haram di Mekkah, terutama pada musim haji, saat melihat aneka cara shalat dan ibadah para jemaah. Ada yang shalat dengan bersedekap, dengan segala variasinya mulai dari sedekap di bagian tengah dada sampai sedekap dekat pusar (bahkan ‘maaf’ di bawahnya) atau bahkan di dada sebelah kanan). Ada pula yang tidak bersedakap. Bukan hanya itu, sebagian orang mempertanyakan gaya pemakaian kain ihram yang berbeda-beda. Kebingunan dan rasa keget itu diekspresikan dengan pertanyaan-pertanyaan yang terkadang menggelikan, “bagaimana sih cara Nabi shalat dan berhaji?” atau “Mungkinkah Nabi mengajarkan banyak cara shalat?” “Bukankah shalat yang benar adalah bersedekap sebagaimana umumnya di Tanah Air?!”.

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu biasanya dilontarkan oleh orang yang kurang atau bahkan tidak mengetahui seluk beluk dan latar belakang munculnya ragam mazhab dalam tubuh umat Islam. Sebagian besar dari kita, di Tanah Air, sejak terlahir hanya diajarkan atau meniru satu cara beribadah, dan karenanya, meyakini bahwa dalam Islam hanya ada satu cara beribadah dalam shalat, puasa dan lainnya. Padahal bila ditelusuri dan dilakukan reka-ulang terhadap perjalanan sejarah hukum fikih, maka kita akan segera menyadari bahwa sebagian besar hukum fikih adalah produk penyimpulan orang-orang yang dianggap sebagai fukaha (fuqaha’) dan mujtahid, yang masing-masing memiliki cara dan sumber yang berbeda-beda.

Dengan mempelajari latar belakang kemuncualan mazhab-mazhab, terutama dalam bidang fikih, kita akan segera menerima perbedaan dan tidak serta merta menganggap mazhab yang kita anut sebagai yang paling benar dan tidak pula menganggap mazhab yang dianut selain kita sebagai ‘menyimpang’, sesat bahkan kafir.

Kesadaran akan keragaman dalam proses penyimpulan hukum ini akan sangat membantu terciptanya iklim sosial yang sehat dan dewasa.

Berangkat dari hasrat itulah, kami, penulis, berinisiatif untuk menyusun sebuah buku yang menjelaskan secara deskriptif latar belakang munculnya ragam mazhab Islam yang direpresentasikan oleh Islam Sunni dan Islam Syiah, yang merupakan dua polar utama pemikiran Islam sepanjang sejarah. Karena hanya bersifat insklopedis dan bahkan bersufat reportase, maka kami berusaha untuk menghindari kesan mengadili atau berpihak.

Buku yang disarikan dari beberapa literatur utama dari Sunni dan Syi’ah ini terbagi dalam empat bab utama, yaitu bab 1 : Fikih Sunni; bab 2: Fikih Syi’ah; bab 3: Para Fakih Sunni; bab 4: Para Fakih Syi’ah.

Tanpa bermaksud merendah, kami meyadari bahwa sajian buku ini bersifat deskriptif, tanpa analisis dari penulis, demi mempertahankan objektivitas yang mudah-mudahan menjadi ciri kahs buku ini. Selanjutnya, kami serahkan hak memilih dan menilai kepada pembaca.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 comments

  1. concratulation!
    The book will be entry point 4 us to learn more about fikh sunni shia,
    thanks 4 ur inttention & effort for the unity of Islam & develop of muslim movement, esspecially in Indonesia !

  2. ada buku yang menurut saya sangat bagus dalam membahas perbedaan fikih sunni & syiah, karena merangkum sumber-2 lengkap dari pihak sunni maupun syiah, yaitu buku berjudul : Rahnama-e-haqiqat, tulisan ayatullah sheikh ja’far subhani, sudah ada terjemahan bahasa inggrisnya. saya tak tahu apakah buku ini sudah ada terjemahan bahasa indonesia-nya.
    buku ini cukup tebal.
    khusus untuk yang berkaitan dengan masalah haji & umroh & ziyarah, sozmon haj&umroh&ziyarah republik islam iran sudah menerbitkan sebagian dari buku tersebut yang membahas khusus untuk masalah ini dan dibagikan secara gratis kepada pada peserta program haji & umroh & ziyarah yang mereka kelola.

  3. Salam,

    Ana juga mengucapkan selamat.
    Tetap berkarya, dan semoga sukses.

    ML: Syukran, tapi hasil telaah antum terhadap draft buku itu tetap ditunggu. Nampaknya, buku itu belum bisa diterbitkan sebelum ana meneima email dari antum. Ana sangat mengharapkannya.

  4. Mabruk!
    Ana yakin buku antum yang memaparkan kronologisasi sejarah fiqh Islam ini pasti akan menjadi salah satu rujukan akademis dan memperkaya khazanah kepustakaan Islam di Tanah Air.
    Semoga sukses dan selamat berkarya! 😉

  5. Salam ‘alaykum. Saya belum melihat buku karya Bapak tsb di toko-toko buku ataupun di stan Al-Huda saat pameran buku. Apakah buku di atas sudah diluncurkan ke pasar?

    ML: Memang bukan terbitan Al-Huda, tapi terbitan Rajut.

  6. Salam, Pak Muhsin. Apakah buku “Sejarah Fikih” sudah diterbitkan? Saya sudah tanya ke staf penerbit Rajut, tapi staf tsb menyatakan buku dengan judul di atas tidak ada. Staf tsb kenal dengan nama Bapak.
    Mohon info, ya. Terima kasih.

News Feed