Skip to main content

Akhirnya Vatikan Rehabilitasi Nama Galileo

By December 24, 20083 Comments

galileo_sustermans

Mungkin ini adalah ralat dan permohonan maaf paling lama sepanjang sejarah. Tapi tak ada kata terlambat bagi kejujuran.

Dari tempatnya kini berada, Galileo Galilei saat ini mungkin tersenyum. Supremasi tertinggi umat Katholik, Vatikan akhirnya merehabilitasi namanya dan mengakui predikatnya sebagai ilmuwan. Pengakuan itu diberikan Vatikan jelang peringatan 400 tahun peran Galileo dalam dunia keilmuan dan penetapan tahun 2009 sebagai tahun astronomi internasional.

Secara khusus, pemimpin tertinggi umat Khatolik, Paus Benedictus XVI menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Galileo dan para ilmuwan lain, yang menurutnya telah memberikan kontribusi dalam memahami karya Tuhan.

Pada Mei 2009, sejumlah petinggi Vatikan akan berpartisipasi dalam konferensi yang membahas soal Galileo. Menurut informasi, Vatikan bahkan secara khusus telah menobatkan Galileo sebagai ‘Bapak dialektika iman dan akal’. “Keimanan Galileo membuatnya melihat alam semesta sebagai buku karya Tuhan,” kata orang nomor dua di Vatikan, Kardinal Tarcisio Bertone, seperti VIVAnews kutip dari AP.

Galileo Galilei (1564-1642) adalah orang pertama yang membuat teleskop astronomi, terobosan baru yang meruntuhkan argumentasi gereja yang menyebut dunia sebagai pusat alam semesta. Temuan Galileo berpendapat lain, bumi hanya salah satu planet yang berputar mengelilingi matahari.

Gereja pun lantas menuding Galileo melakukan bidah. Karena kecerdasannya itu, dia dijatuhi hukuman seumur hidup yang belakangan diganti menjadi hukuman mati.

Pada tahun 1992, Paus Johanes Paulus II secara terbuka menyatakan hukuman yang dijatuhkan pada Galileo adalah hasil dari ‘pemahaman yang salah’.

Meskipun Vatikan berbesar hati mengakui kesalahannya, ‘dendam’ ilmuwan atas apa yang pernah dilakukan Vatikan berabad-abad lalu, belum berakhir. Pada Januari 2008, Paus Benedictus XVI harus membatalkan pidatonya di Universitas La Sapienza, Roma gara-gara penolakan sejumlah ilmuwan. Mereka masih menganggap Vatikan sebagai entitas yang antikeilmuan.(vivanews)