Aksi Kekerasan RELA Cederai Hubungan RI – Malaysia

Lagi-lagi hubungan Indonesia – Malaysia dicederai oleh sebuah insiden kekerasaan. Seorang warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia, Muslianah Nurdin, istri Imran Hanafi — Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Malaysia — Sabtu (6/10), mendapatkan perlakuan kasar dan sempat ditahan oleh kelompok keamanan Rela yang melakukan operasi di sekitar Masjid Jamiek, Kuala Lumpur.

”Istri saya sudah menunjukkan kartu identitas sebagai keluarga diplomat. Kartu itu dikeluarkan oleh Imigrasi Malaysia tapi anggota Rela tidak percaya dan mengatakan kartu itu palsu,” kata Imran Hanafi, di Kuala Lumpur, Senin (8/10).

Rela adalah kelompok relawan rakyat di Malaysia yang sering merazia warga negara asing. Muslianah Sabtu sore itu sedang berbelanja di kawasan Masjid Jamiek dan tiba-tiba didatangi anggota Rela yang menanyakan identitas.

”Istri saya terus terang panik dan cemas karena kartu pengenal diplomat yang dimilikinya tidak diakui. Lalu apalagi yang bisa dipercayai?” kata Imran. Muslinah kemudian menelepon keluarga di rumah untuk membawakan paspor diplomatnya. Setelah itu, Rela mengizinkannya pulang. ”Pada saat itu, saya sedang berada di Sabah,” ungkap Imran.

Kuasa Usaha Ad-Interim KBRI Kuala Lumpur, AM Fachir, sangat menyesalkan kejadian tersebut dan akan mengirim surat protes kepada Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Dalam Negeri Malaysia. ”Kejadian seperti ini selalu terulang dan kali ini yang kena adalah keluarga dari staf KBRI,” katanya. Ia juga mengimbau WNI yang berkunjung ke Malaysia agar hati-hati.

Terkait aksi mlisi Rela Malaysia yang menangkap istri diplomat Indonesia, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda menyatakan, Indonesia sudah mengirimkan nota protes.

Comment

Leave a Reply to hendoz Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 comments

  1. Mesti sampai berapa kasus lagi terjadi baru kita dihormati atau harus menunggu korban yg keberapa lagi kita harus sabar menanti ?

News Feed