FANATISME POLITIK

Mendukung sebuah kelompok atau memuja seseorang sekilas terlihat sebagai ekspresi kecintaan atau kepatuhan semata pemuja dan pendukung kepada yang dipuja dan didukung.
 
Tapi pada fakta inherennya, kadang dukungan kepada sebuah kelompok tak bersumber dari logika kebenaran tapi bersumber dari kebutuhan penguatan identitas pendukung dalam kelompok yang didukungnya sebagai cara bertahan hidup dan cara memaknai hidupnya agar merasa berguna.
 
Pada faktanya subjektifnya pula kadang pemujaan kepada seseorang bukan buah kesadaran objektif tentang keunggulan figur yang dipuja, tapi karena mempertahankan gengsi dan ego yang terllanjur all out dan menerjang semua risiko dalam polemik sengit dan polarisasi tajam.
Pemihakan dan dukungan irrasional hanya melahirkan intoleransi dan sikap ekstrem berupa pemutlakan sesuatu yang relatif dan universalisasi sesuatu yang personal.
 
 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed