Anders Botter: Maaf, Muhammad!

Anders Botter terusik. Pemuda Denmark ini bukanlah seorang Muslim. Namun penerbitan kembali kartun Nabi Muhammad di 17 surat kabar Denmark membuat hatinya tergerak lalu mengungkapkan empatinya kepada Muslim.

Ucapan ”Maaf, Muhammad” ia tuliskan di blog Facebook. ‘Sebagai seorang warga Denmark biasa, tujuan saya dengan Facebook ini adalah untuk mengungkapkan kata maaf kepada semua Muslim di seluruh dunia yang merasa diserang oleh kartun Nabi Muhammad,” kata Botter dalam dialog live dengan Islam Online.

Tujuan pemuda berusia 27 tahun ini menuliskan ”Undskyld Muhammed” yang berarti ”Maaf, Muhammad” adalah untuk membangun sebuah perdebatan konstruktif mengenai kebebasan berekspresi di Denmark, sebuah negara sekuler dan demokratik.

Botter mengatakan dirinya seratus persen mendukung adanya kebebasan berekspresi. Namun kebebasan itu juga mestinya menghormati pandangan religius dan perasaan orang lain. Meski, Denmark merupakan negara sekuler. ”Agama baru” bagi masyarkat Denmark, kata Botter, adalah demokrsi dan kebebasan berekspresi. ”Namun apapun alasannya, saya pikir merupakan keputusan yang sangat tidak tepat menerbitkan kembali kartun itu. Keputusan itu sangat mengecewakan,” tegasnya.

Botter menyatakan mestinya para pemimpin redaksi dari surat kabar tersebut berpikir bijak. Mereka harusnya mempelajari respons atas penerbitan kartun yang sebelumnya dilakukan Jyllands Posten yang menuai protes massal di negara-negara Islam. Menurut Botter, dengan kata ”Maaf, Muhammad” di Facebook ia ingin membidani lahirnya keragaman dan perspektif baru dalam perdebatan kebebasan berekspresi. Debat semacam itu, membantu menggerus fundamentlisme dan ekstremisme di kedua belah pihak.

Botter mengungkapkan, beragam respons memang kemudian mencuat. ”Sebagian besar memberi dukungan inisiatif positif ini. Dan lebih penting lagi, ini akan menunjukkan kepada dunia Islam untuk melihat tak semua warga Denmark mendukung penerbitan kartun itu,” tegasnya.

Sebaliknya, catat Botter, ini juga menjadi sebuah kesempatan bagi warga Denmark untuk melihat bahwa tidak semua Muslim radikal. Tak semua Muslim juga menjadi kelompok atau orang-orang yang menentang kebebasan berekspresi dan demokrasi.

Kata Botter, orang-orang Denmark yang sangat kuat mendukung hak 17 surat kabar itu menerbitkan kembali kartun Nabi Muhammad, juga adalah orang-orang yang mengirimkan surat bernada kebencian dan ancaman agar ia diam. ”Bagaimanapun, saya bisa dengan gembira memberitahukan Anda bahwa setiap saat saya menerima satu surat elektronik bernuansa kebencian. Namun saya juga dapatkan 25 surat dukungan. Saya sangat bahagia. Saya tak akan diam dengan beragam ancaman yang datang,” kata Botter.[Republika Online]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  1. Rasul SAW maha pemaaf. Tapi apakah orang” berhati keras yang mengaku Muslim mau memaafkan? Kita tanya pada rumput yang bergoyang, jangan kita bertanya kepada biduwan-biduwan yang bergoyang (BAHLOUL)

News Feed