ANEH TAPI UMUM

Aneh! Lembaga yang menggunakan nama ulama Indonesia tapi hanya mengakomodir sebagian umat Islam di Indonesia.
Aneh! Mendukung NKRI tapi menolak Pancasila dan demokrasi.
Aneh! Menentang ekstremisme tapi menjadi penganjur intoleransi.
Aneh! Meyakini kemusliman ditentukan 2 syahadat tapi mengkafirkan kelompok lain dengan alasan beda aliran.
Aneh! Mengecam kelompok/oranganisasi mengkafirkan Muslim dari mazhab lain tapi juga mengkafirkan Muslim yang dikafirkan kelompok yang dikecamnya itu.
Aneh! Bicara rahmatan lil alamin tapi membiarkan tindak kekerasan atas nama agama dan aliran.
Aneh! Mengaku berilmu agama Islam tapi minim referensi saat membahas aneka mazhab dalam Islam.
Aneh! Merekomendasikan penguatan ukhuwah (persaudaraan) Islamiyah tapi juga memberikan rekomendasi brmakna provokasi benci terhadap sesama saudara Muslim.
Aneh! Mengaku menerima Sila 1 Pancasila tapi memaksa orang lain menganut agama dan aliran tertentu dan memaksa pindah keyakinan.
Aneh! Lagaknya seperti ustadz beneran (karena laku keras di semua tipi) tapi menyebarkan fitnah pengkafiran capres atau kelompok muslim lain.
Aneh! Membantu minoritas di Myanmar tapi tak mampu menjamin keadilan 150 orang miskin diusir hanya karena intoleransi segelintir orang berjubah.
Aneh! Menentang kekerasan terhadap minoritas nun jauh disana tapi membisu tentang nasib orang-orang lugu dan miskin yang diserang dan dilarang pulang ke rumah mereka.
Aneh! Mengaku kuat keyakinan tapi sibuk mengusik kelompok super kecil yang sebagian besar anggotanya tak menampilkan diri karena stigma negatif.
Aneh! Mengaku warga negara yang berdiri diatas prinsip kebhinekaan tapi ingin menjadikan satu keyakinan sebagai sistem untuk bangsa multikeyakinan.
Aneh! Menjadikan segelintir ekstremis yang memajang gelar Lc sebagai narasumber tapi mengabaikan ratusan intelektual prima yang toleran.
Aneh! Menuduh kelompok Muslim tertentu memalsu Quran tapi dia jelas-jelas mencoret basmalah dari Alfatihah dan mensyirikkan ziarah makam pahlawan.
Aneh! Menyebarkan dusta bahwa di Iran tidak ada masjid untuk Muslim Sunni tapi melarang orang-orang sebangsa untuk sekedar tinggal diatas tanah mereka.
Aneh! Sibuk mensesatkan sekelompok muslim yang diakui OKI dan dunia Islam, juga memberi sertifikat halal investasi bodong.
Aneh! Mengaku profesional dan menjunjung tinggi asas kompetensi tapi menyeleksi pegawai/dosen/partner berdasarkan keyakinan.
Aneh! Mengaku meyakini supremasi konstitusi & hukum tapi diskriminatif dalam pelayanan hukum berdasarkan jumlah orang dan akses kekuasaan.
Aneh! Mengaku media yang netral tapi enggan sekadar hadir dalam konferensi pers pihak yang dirugikan dan menjadi korban disinformasi massif dan konstan.
Aneh! Mengaku adil tapi membiarkan provokasi SARA berkedok tablig dan bedah buku juga mempersulit korban memberikan klarifikasi.
Aneh! Pandangannya intoleran dan tidak bermutu tapi sering dijadikan narasumber tentang bahaya intoleransi dan ekstremisne hanya karena jadi imam masjid.
Aneh! Korban yang melaporkan penganiayaan dan memohon perlindungan setelah rumah dan ladangnya dibakar malah dipenjara dengan tuduhan menodai agama.
Aneh! Rajin majang gelar prof tapi nulis buku dengan logo lembaga ulama di sampulnya yang mirip kumpulan kliping, berisi plintiran, copas, distorsi.
Aneh! Dilapori korban penyerangan malah jadi penyambung lidah para penyerang supaya meninggalkan rumah atau menyatakan taubat dari keyakinan mereka.
Aneh! Korban yang divonis penjara 2 tahun setelah mengajukan kasasi karena tidak ada bukti penodaan sesuai kesaksian para ahli ditambah 2 tahun jadi 4 tahun.
Aneh! Merayakan kemerdekaan saat ada bangsa sendiri yang dijajah dan dijarah hak sipil dan konstitusionalnya dan dibiarkan hanya beda aliran.
Aneh! Cetusan-cetusan mewakili jeritan orang-orang miskin dan buta huruf yang dizalimi atas nama agama malah dilalui begitu saja seakan tak ada empati.
Aneh! Menuduh kelompok tertentu menyebarkan keyakinannya juga menuduh kelompok itu menyembunyikan keyakinannya.
Aneh! Media paling terkemuka yang mengaku inksusif dan menjunjung keadilan malah jadi tong sampah opini sektarian dan menyebarkan hatespeech

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed