Anti Klimaks Sang Kolonel

Lengkaplah drama kekerdikan  Ghaddafi, yang sebelumnya selalu menunjukkan sikap anti imperialisme. Inilah anti klimaks Sang kolonel.

Amerika Serikat (AS) menyatakan telah menerima dana 1,5 miliar dollar (sekitar Rp 14,2 triliun) dari Libya untuk membayar kompensasi kepada keluarga korban serangan-serangan teroris.

“Menteri Luar Negeri Condoleezza Rice mengatakan kepada Kongres bahwa AS telah menerima 1,5 miliar dollar sesuai dengan Perjanjian Penyelesaian Klaim AS-Libya,” kata jurubicara Kementerian Luar Negeri AS Sean McCormack dalam sebuah pernyataan, Jumat (31/10) waktu setempat.

Presiden George W Bush juga telah mengeluarkan perintah agar ganti rugi itu disalurkan kepada para korban. Kini tidak ada lagi hambatan bagi keluarga korban untuk menerima uang tersebut. Pemerintah Bush akan bertindak cepat untuk mengatur pembagian uang itu sebagai pengganti atas kasus-kasus pengadilan AS yang masih menunggu terhadap Libya.

Dana sebesar itu untuk membayar ganti-rugi kepada keluarga AS dan negara lain yang menjadi korban pemboman pesawat Pan Am pada 1988 di atas wilayah Lockerbie, Skotlandia, yang menewaskan 270 orang, dan bagi keluarga korban serangan bom di diskotik Berlin yang menewaskan dua warga Amerika dan mencederai 50 orang.

Pada 14 Agustus 2008, Libya dan AS menandatangani sebuah kesepakatan kompensasi di Tripoli bagi korban-korban serangan Libya dan orang-orang Libya yang menjadi korban serangan balasan AS, yang membuka jalan bagi normalisasi penuh hubungan antara kedua negara tersebut.

Kesepakatan itu menetapkan penyediaan dana AS-Libya sebesar 1,8 miliar dollar — 1,5 miliar dollar untuk orang Amerika dan 300 juta dollar untuk orang Libya. Pejabat-pejabat Kementerian Luar Negeri AS mengatakan, keluarga non-Amerika dalam pemboman Pan Am tercakup dalam dana kompensasi 1,5 miliar dollar itu.

Kesepakatan itu mendorong kunjungan ke Tripoli pada September oleh Rice, yang menjadi menteri luar negeri pertama AS yang mengunjungi Libya dalam waktu lebih dari 50 tahun. Langkah-langkah diplomatik lain diperkirakan segera menyusul.(kompas)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

News Feed