Arab Saudi Tambah Produksi Minyak Karena Permintaan AS

Menteri Perminyakan Arab Saudi, Ali al-Nuaimi, mengatakan Jumat lalu bahwa negara itu telah meningkatkan produksi minyaknya dengan 300.000 barel per hari mulai 10 Mei lalu menanggapi pesanan dari para pelanggan, terutama dari Amerika Serikat, dan akan memompa 9,45 juta barel minyak mentah per hari pada Juni.


Tetapi Nuaimi menyatakan kembali bahwa pandangan jangka panjang Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) bahwa pasokan minyak global telah seimbang dengan permintaan dan bahwa fundamentalis pasar di mana wajar.


Arab Saudi merupakan produsen minyak terbesar dalam 13 negara anggota OPEC, di mana memompa 40 persen dari minyak dunia.


Iran, produsen terkemuka lainnya, mengatakan Sabtu lalu bahwa setiap kenaikan produksi oleh OPEC seperti yang diminta oleh Amerika Serikat tidak akan berpengaruh pada harga.


Iran, produsen utama lainnya, mengatakan bahwa setiap kenaikan produksi oleh OPEC atas permintaan Amerika Serikat tidak akan mempengaruhi harga.


“Hal ini hanya akan meningkatkan cadangan,” kata Menteri Perminyakan Gholam Hossein Nozari kepada pers.


“Meski pasar telah kelebihan pasokan dan meningkatkan produksi mereka, tetapi tidak akan mempengaruhi harga.” (Sumber: Antara)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments

  1. nampaknya USA sudah mulai kelimpungan dgn harga yg sekarang.

    Maksudnya sekali usulan dua target
    pertama berharap bisa menstabilkan harga minyak ( walaupun ini diragukan sbg motif)
    kedua karena perusahaan minyak di saudi merupakan milik dan konco2 bush maka kenaikan ini berarti menaikkan pendapatan kocek mereka pribadi ( ini lebih di curigai sebagai motifnya)

    bermain main dengan motif pribadi dengan memainkan kartu truf lewat kebijakan politik tdk menutup kemungkinan akan menjadi back fire buat perekonomian USA sendiri….

    walllahu’alam

  2. Minyak….minyak….
    Haduh…bosen kali aku soal minyak….
    Banyak…tapi kita diboongin melulu…Padahal masalahnya karena si perusahaan Minyak maunya monopoli teknologinya.
    Bayangin kalo misalnya komputer cuman bisa jalan pake Windows…trus gak bisa dibajak lagi..berapa milyar yang harus dibayar hanya untuk punya komputer di kantor2?
    Hal yang sama juga berlaku di perminyakan. Praktis teknologi itu cuman dimiliki segelintir, perniagaannya dikuasai segelintir, dan pembiayaannya dibatasin.
    Masalah soal minyak tuh bukan dia sudah langka…tapi karena MONOPOLI super esktrem.

News Feed