AS dan Israel Desak Mesir Tutup Perbatasan

Pemerintah Israel dan Amerika Serikat (AS) mendesak Mesir agar menutup kembali perbatasannya dengan Palestina dengan alasan menghindari risiko keamanan.

Dalam konferensi pers dini hari tadi, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Israel Aryeh Mekel menyatakan terbukanya kembali akses Mesir-Palestina akan memudahkan milisi Palestina mendapatkan senjata selundupan dari para pemasok di Mesir.


“Hamas dan kelompok teroris lainnya dapat dengan mudah mendapatkan senjata selundupan dari Mesir. Ini dapat meningkatkan risiko ancaman keamanan,” tegasnya, Kamis (24/1/2008), seraya menambahkan sebanyak 15 tank dan kendaraan tempur Israel telah disiapkan di sejumlah wilayah di utara Jalur Gaza.


Pernyataan Mekel itu disampaikan beberapa jam setelah Presiden Mesir Hosni Mubarak memutuskan memberi izin kepada ratusan warga Jalur Gaza untuk masuk ke Mesir melalui Kota Rafah. “Saya telah memerintahkan tentara Mesir untuk membiarkan warga Jalur Gaza makan atau membeli bahan makanan di Mesir asalkan mereka tidak membawa senjata,” papar Mubarak.


Sikap lunak Mubarak itu ditempuh setelah sekitar 350.000 warga Jalur Gaza meledakkan secara paksa pintu gerbang perbatasan Palestina- Mesir. Eksodus warga Jalur Gaza ini dipicu oleh semakin menipisnya persediaan makanan di wilayah mereka akibat pemblokiran akses Jalur Gaza oleh tentara Israel.

Di Washington, Juru Bicara Gedung Putih Dana Perino menyerukan hal serupa. Dia menyatakan, AS telah meminta para pejabat di Mesir untuk segera mengatasi persoalan di perbatasan Mesir-Palestina.


“Ini adalah masalah yang sangat serius. Kami telah menghubungi para pejabat Mesir guna membahas masalah itu. Fokus terpenting adalah bagaimana menormalkan kembali situasi di perbatasan,” paparnya.


Dalam kesempatan itu, Perino juga menyalahkan Hamas yang terus-menerus menembakkan roket ke sejumlah wilayah di Israel. “Hamas adalah sumber masalah. Mereka menembakkan sebanyak 150 roket sehari ke Israel sehingga Israel harus mempertahankan diri,” ungkap Perino.


Pernyataan berbeda disampaikan John Ging, Kepala United Nations Relief and Work Agency (UNWRA) -badan di Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengurusi masalah di Jalur Gaza. Dia menambahkan, apa yang dilakukan warga Jalur Gaza merupakan reaksi alami orang-orang yang putus asa.


“Apa saja akan dilakukan demi mempertahankan hidup,” jelas Ging.


Sementara itu, Dewan Keamanan (DK) PBB menghentikan sementara sidangnya selama satu hari sampai tercapai kesepakatan yang akan menyatakan secara tegas Israel harus mengakhiri penutupan wilayah Jalur Gaza. Namun, seorang diplomat di PBB yang tak mau disebutkan namanya pesimistis bahwa AS akan menyetujui pernyataan bersama yang tengah digodok oleh ke-14 anggota DK PBB.


“Para anggota menginginkan teks pernyataan hasil kompromi. Tampaknya, itu tidak akan disetujui Amerika Serikat,” tutur diplomat itu. “Pernyataan apa pun yang dihasilkan nanti haruslah mendapatkan persetujuan dari semua anggota DK PBB.”


Pertemuan tersebut diadakan atas permintaan negara-negara Arab dan negara-negara Islam untuk menyikapi kondisi yang menimpa 1,5 juta warga Jalur Gaza. (Sindo Sore//jri)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 comments

  1. Hampir lengkap kejahatan bangsa Zionis ini mengulangi apa yang telah dilakukan Nazi kepada Bangsa Israel.
    Pertama, pengusiran. Pada awal kekuasaannya di Jerman, Nazi mengusir seluruh orang Yahudi dari tanah Jerman. Hak milik mereka dirampas, semua aset dibekukan.
    Kedua, Isolasi dalam Ghetto. Ketika Jerman Nazi menguasai Warsawa, Polandia, di mana sekitar setengah juta orang Yahudi tinggal di kota tua itu, mereka memutuskan untuk meng-‘isolasi’ setengah juta orang Yahudi itu ke suatu wilayah yang tidak luas di tengah kota Warsawa. Jadilah seluruh orang Yahudi Warsawa terpisahkan dari masyarakat kota itu selama bertahun-tahun, tanpa bahan bakar, makanan, suplai sandang.
    Dua kekejian ini telah dilakukan Zionis kepada bangsa Palestina. Tinggal yang ketiga yang belum mereka lakukan…..Auschwitz.

  2. Indonesia ? Anggota tidak tetap DK PBB ? (Periode 10-2006 s/d 10-2008)

    Fungsi dan Peranan ? Aduuuhhhh …. Solidaritas Palestina ? LDII ? KISDI ?NU ? Muhammadiyyah ? MUI ?

    Cari solusi tempe aja susah, kok mau bantu selesaikan masalah “kaliber” PBB.
    Ngatur ruwetnya 30.000 ribu sampe 40.000 suporter aja GAGAL ?
    Banjir cawang aja yang tingkat kecamatan harus “sungsang sundel”, koruptor kabur, minyak tanah “lenyap”, ADuuuuUUUUUHHHHH……..

News Feed