Author: redaksi

“Siapa pun yang mampu menangkap spiritualitas keesaan Allah dalam ibadah haji, ia tidak akan membiarkan jiwanya jatuh ke dalam kehinaan dan represi” (Imam Ali bin Abi Thalib). Haji adalah aktualisasi ketakwaan. Pada bulan Ramadan, kita menjadi tamu Tuhan. Sedangkan bulan Zulhijah, saatnya kita mendatangi Rumah Tuhan (Baitullah). Pada detik-detik terakhir haji itulah, kita tunjukkan loyalitas (dalam makna lahir) dan peleburan eksistensi (dalam makna batin) dalam wujud penyembelihan hewan kurban kepada Tuhan. Kita berkunjung ke Baitullah, berharap Tuhan menyambut dan mengakui kita sebagai tamu-Nya yang sah. Imaji kita sebagai tamu yang diundang bisa berubah menjadi tamu tak diundang ketika syarat-syarat sebagai…

Read More

“Kewenangan Vertikal” Terkait imamah dan khilafah, memahami diksi dan terma serta pengertian yang tersimpan di baliknya memerlukan ketenangan, kesabaran, kedalaman visi, dan kerendahan hati agar makna yang terungkap berasal dari kandungannya, bukan dari pra-asumsi yang membayangi mindset yang cenderung stereotip. Imamah adalah kewenangan dari Tuhan sebagai tugas mengajarkan agama kepada umat manusia dan menegakkannya sebagai sistem hidup bagi individu dan masyarakat. Karena agama meliputi aspek individual dan sosial umat manusia, maka sebutan kewenangan keagamaan menegaskan legitimasi vertikal, bukan cakupan. Artinya, kewenangan yang dipegang oleh penerima wahyu dan pengawalnya secara niscaya meliputi semua aspek. Karena disahkan oleh Tuhan, maka kewenangan ini…

Read More

Seberapa penting sih vaksinasi? Benarkah bumi itu datar? Apakah telur baik untuk dikonsumsi? Di era medsos seperti sekarang, bukan cuma pakar yang menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam itu. Para penganut teori konspirasi, orang awam sok tahu, hingga pesohor yang menyesatkan juga ikut-ikutan menjawab. Masalahnya bukan lagi pada “nilai” (benar/salah, akurat/tidak) jawabannya. Tapi pada “fungsi” jawaban tersebut, misal untuk mendramatisasi atau sebaliknya, entertainisasi, popularisasi, folowerisasi, dan sejenisnya. Lebih dari itu, kebisingan arus komunikasi dan informasi mutakhir juga membuat penjelasan para pakar hanya lamat-lamat terdengar di telinga khalayak. Di sisi lain, jawaban para seleb medsos lebih banyak diikuti dan lebih dipercaya kendati amat berpotensi…

Read More

Apa yang dimaksud dengan pengetahuan juga sains? Apakah keduanya adalah sesuatu yang konkret, fisikal dan objek yang tunduk kepada observasi empiris? Apakah ia bertempat, bermassa, dan berforna atom? Bisakah ia dibeli di pasar seperti tempe, ponsel dan mobil? Bukankah pengetahuan juga sains yang menjadi “tuhan” bagi para saintis tak pernah menjadi sesuatu yang objektif? Bukankah ia hanya bisa dipahami melalui tanda-tanda bahasa dan simbol-simbol rumus? Bukankah “pengetahuan” adalah frasa yang diucapkan dan ditulis demi mengungkap teori dan hukum yang tak ada fakta objektifnya? Apakah ia tersimpan dalam otak bercampur dengan darah dan syaraf, atau tersimpan dalam slot hard disc komputer…

Read More

Hari ini, siapa sih yang tak kenal “taqiyah”? Istilah ini bahkan kian popular setelah dijadikan bulan-bulanan oleh segelintir takfiri beragama wahhabi. Modusnya: istilah itu dicuri dari khasanah Islam untuk kemudian dibonsai maknanya lalu disesat-artikan menurut birahinya untuk mengecoh masyarakat agar ikut mengafirkan artikulatornya, yaitu mazhab keislaman Syiah. Target utama kaum takfiri dalam menjungkirbalikkan maksud “taqiyah” bukan hanya mendiskreditkan mazhab Syiah dan mengecoh penganut mazhab keislaman lainnya. Lebih jauh lagi, meneror dan mencipta ketakutan di lubuk hati setiap muslim Syiah. Artinya, kaum takfiri bernafsu hadir di tengah muslim Syiah sebagai momok sekaligus juru bicara Syiah yang paling kompeten dalam memaknai taqiyah…

Read More

Manusia modern dimanjakan dengan teknologi dan peradaban sains yang angkuh dan megah. Pada fase pertama teknologi komputer lalu smartphone dihadirikan dan internet menjadi oksigen kedua, aneka OS dan program diciptakan. Tak hanya itu, virus pun disebar disusul aneka program anti virus pun berkecambah. Kini manusia modern harus membayar kemudahan itu dengan kecemasan. Virus bukanlah makhluk modern yang baru muncul, tapi dicerdaskan dan bermutasi berkat sains yang dipuja karena mengakhiri agama dan mitos. Sains dan teknologi hanya dinikmati oleh segelintir produsen rakus dan dinikmati oleh umat konsumen pemalas pemburu simulakrum. Sedangkan kecemasan dan kesengsaraan akibat pandemi virus ini mencekam semua penghuni…

Read More

Di tengah umat Muslim Syiah, pernah mencuat dua kelompok yang tampak berseberangan di masa awal ghaibah kubra Imam Mahdi as. Kelompok pertama disebut akhbariyun yang didominasi para ulama perawi hadits dan teolog. Kelompok kedua disebut usuhuliyun yang dihuni para fuqaha. Kaum akhbari menjadikan teks ayat dan riwayat secara denotatif atau literal sebagai sumber eksklusif hukum. Disebutkan oleh para sejarahwan, akhbariyah sebagai wacana keagamaan diprakrasi oleh Mirza Istarabadi pada permulaan abad ke-11 dan resmi menjadi subkelompok Syiah Imamiyah. Ada banyak nama cemerlang yang mengisi daftar para pendukung Akhbariyah. Di antaranya al-Faydh al-Kasyani, al-Hurr al-Amili, dan al-Bahrani. Sedangkan kaum ushuli mengusung metode…

Read More

Sejak detik pertama wafat Sang Nabi, umat tidak bersepakat tentang otoritas sebagai apa (konsep) dan siapa (figur) yang berfungsi sebagai sumber tunggal dan juru bicara, hampir semua yang termuat dalam kitab suci Tuhan dan yang disabdakan oleh Nabi. Sementara isi kitab suci baru dikumpulkan beberapa tahun setelah wafatnya (dengan semua polemik yang menyertainya) dan konten sabda Sang Nabi juga baru mulai didokumentasikan secara tidak sistematis seratus tahun setelahnya. Tidak disepakatinya konsep otoritas sentral dan figur sentral pemegang otoritasnya, ajaran-ajarannya pun dipahami dan disimpulkan secara beragam oleh setiap orang yang sempat hidup sezaman dan sewilayah dengan Sang Nabi. Keragamanan pemahaman dan…

Read More

Dalam interaksi fisikal (offline) biasanya orang lebih berhati-hati menghindari malu bila keliru. Dalam interaksi virtual (online) banyak orang tanpa beban malu atau takut salah menyebarkan info, mengemukakan dan membantah pendapat meski tak kompeten demi memenangkan lomba update. Andai sebagian besar postingan tulisan dan video yang beredar di sosmed tak hanya lewat sekilas depan mata setiap orang yang berbagi, tapi terserap ke dalam benaknya, mungkin sebutan awam tak relevan lagi. Di era serba visual kebodohan karena dimanage tak terlihat sebagai kebodohan. Justru hal serius dan logis terkesan purba, tak menarik dan konyol. Kebenaran kini tak sepenting efek emosional publik. Inilah post-truth.…

Read More

Kata adalah etalase makna. Makna adalah cermin ide yang merupakan objek impersonal yang diabstraksi dari objek personal dalam proses korespondensi dan inteleksi individu dalam pengalamannya yang khas. Dengan kata lain, kata laksana sidik jari penulis yang tidak bisa ditiru secara konstan. Kadang satu alinea dari sebuah tulisan dianggap cukup sebagai indikator menilai kualitas pikiran di baliknya. Pilihan kata dalam sebuah tulisan menentukan tingkat akurasi makna yang dibidik penulis. Tak ubahnya bunga dan benda lainnya, setiap kata menerbarkan aroma makna di baliknya.Pikiran yang jernih dan kalbu yang tenang mendorong subjek memungut diksi di antara ribuan kata dalam slot memori. Pikiran logis…

Read More