Author: redaksi

Indonesia adalah negara demokrasi yang berasaskan Pancasila. Dihuni bangsa yang majemuk, Indonesia dinahkodai pemerintah yang menjalankan konstitusi sebagaimana tertuang dalam UUD dan turunannya. Status konstitusional ini membatasi. Artinya, pemerintah tidak boleh dan dianggap melanggar konstitusi apabila menjadikan organisasi non-strukturalnya, apalagi yang mewakili keyakinan tertentu, serta tekanan massa sebagai sumber dan rujukan kebijakan. Organisasi ekstra negara yang mewakili identitas keagamaan tertentu bukanlah bagian integral dari struktur formal kenegaraan. Karenanya, jika organisasi itu diberi celah untuk mempengaruhi kebijakan Pemerintah, apalagi mengintervensinya, maka itu sama saja dengan mengakui negara dengan sistem demokrasi yang menjadi rumah bagi kemajemukan, sebagai milik sebagian warganya yang punya…

Read More

Dunia memang ada-ada saja, bahkan mengada-ada. Dulu, Mesir sempat dihujat dan dikucilkan komunitas Arab, bahkan keanggotannya di Liga Arab dinonaktifkan. Pasalnya, negeri piramida itu meneken kesepakatan damai dengan rezim zionis “Israel” di Camp David. Tapi perlahan, situasi berbalik. Kini, Mesir malah dipandang sebagai pionir dari gelombang “normalisasi” yang berorientasi mengenyahkan isu hingga eksistensi Palestina. Satu dekade kemudian, Jordania mengekor jejak Mesir. Mulanya, fenomena Arab Spring yang merebak satu dekade silam dibajak rezim arogan AS untuk meremukkan Suriah demi memutus mata rantai poros resistensi pimpinan Iran. Apa daya, makar degil itu gagal total. Tapi bukan Amerika namanya kalau tak punya ribuan…

Read More

Kita selalu menyandingkan kata materi (yang maknanya adalah benda) dengan kata ilmu (yang esensinya adalah sesuatu yang tak berbentuk benda), seperti materi ceramah, materi kuliah dan materi pelajaran. Sadar atau tidak, inilah pikiran yang melejit dari benak dan kata yang meluncur dari mulut kita. Sedemikian ‘absolut’-nya pengertian di balik kata ini bagi sebagian orang, sehingga dalam komunikasi Barat, terutama Inggris, ‘bukan materi’ (it’s doesn’t matter) yang berarti ‘bukan sesuatu yang penting’ dan ‘bukan benda’ (it’s nothing) yang juga diartikan ‘bukan apa-apa’ pada dasarnya diartikan ‘tidak ada’. Padahal thing (sesuatu, syay’) mengandung pengertian ontologis yang identik dengan eksistensi. Thabathabai dalam Bidayah…

Read More

Mau kaget? Silahkan baca celoteh terbelakang ini. “Kalau misalnya atas dasar itu mereka minta dibubarkan, maka saya minta Republik Indonesia dibubarkan, atas dasar apa? Karena JI adalah rakyat Indonesia kan ya?” Celoteh itu memuat dua premis utama. Pertama: menjadikan bubarnya NKRI sebagai syarat bubarnya MUI. Kedua: menganggap JI rakyat NKRI. Kedua premis itu jelas-jelas punya konotasi serius dan bahaya yang sangat fundamental. Konotasi Premis Pertama Memposisikan NKRI paralel dengan suatu organisasi yang dapat dibubarkan pemerintah selaku pemangku amanat negara dapat dan layak dipandang sebagai upaya melawan konstitusi dan hukum yang berlaku, serta mengancam NKRI.Mengerdilkan eksistensi NKRI sebagai suatu negara historis…

Read More

Fatwa Dalam kamus Lisanul Arab, Imam Ibnu Mandzur menyatakan bahwa kata “futya” atau ”futwaay” adalah dua isim (kata benda) yang digunakan dengan makna al-ifta’ (fatwa, dalam bahasa Indonesia). Kedua isim tersebut berasal dari kata “wa fataay”. Karena itu, dinyatakan, “Aftaitu fulaanan ru’yan raaaha idza ’abartuhaa lahu (aku memfatwakan kepada si fulan sebuah pendapat yang ia baru mengetahui pendapat itu jika aku telah menjelaskannya kepada dirinya).” “Wa aftaituhu fi masalatihi idza ajabtuhu ’anhaa (aku berfatwa mengenai masalahnya jika aku telah menjelaskan jawaban atas masalah itu).” [ juz 15, hal. 145] Dalam Kitab Mafaahim Islaamiyyah, diterangkan sebagai berikut, ”Secara literal, kata ‘al-fatwa’…

Read More

Anggota Komisi Fatwa MUI Ditangkap Densus 88. Demikian isi berita yang bikin geger Tanah Air. Publik sontak heboh. Sedikitnya, ada tiga kata kunci dalam berita di atas yang menarik untuk dicermati. Yaitu, Majelis, Ulama, dan Fatwa. Ketiga kata tentu sangat dikenal luas. Salah satunya karena selalu melekat sebagai cap di hampir semua benda yang dijual di warung dan super market, mulai dari terasi sampai mesin cuci. Ketiganya seperti mantra ajaib yang dipatenkan sebagai penjamin bagi konsumen Muslim untuk lolos dari sergapan dosa dan terkaman yang haram. Apalagi kata majelis yang dirasa cukup sakti untuk membuat khalayak percaya bahwa itulah perkumpulan…

Read More

Alkisah, ada oknum yang buku riwayat pendidikan–yang menjaminnya kapabel–“kosong melompong”, sejarah kiprah sosial nyatanya “gelap”, dan jejak karya intelektual–yang mengafirmasi kredibilitasnya–sunyi senyap. Tapi, lha kok nekat dan vulgar menghujat sosok yang diakui luas sebagai ulama kompeten dan punya jam terbang mentereng dalam isu-isu intelektual keagamaan. Oknum striker kelas tarkam (pertandingan antar kampung) itu faktanya miskin prestasi. Akibatnya, hujatan itu dapat dengan mudah diidentifikasi sebagai modus “nebeng ngetop”. Cita-cita tertingginya adalah, media spesialis copas sudi mengutip celotehan tak bermutunya. Ia mengira gelar yang semula mulia karena diasosiakan kepada Nabi SAW dan keluarga suci beliau yang dideretkan oleh oknum tak suci ini…

Read More

Adakalanya figur yang dikenal cerdas dan kritis membuat pernyataan seolah ngawur dan kontroversial. Bahkan terkesan melawan keyakinannya sendiri. Boleh jadi ia tidak bermaksud melakukan penistaan. Namun berniat mengedukasi dan menajamkan nalar audiens secara radikal melalui satir, misalnya, “Islam bukan agama sempurna”. Ada baiknya, kita tidak keburu bereaksi negatif apalagi menghakimi begitu saja. Kiranya perlu dipahami lebih dulu diskursus yang proporsional agar tahu duduk persoalannya. Definisi Sempurna Pertama-tama, harus ditelusuri secara seksama, dua kata kunci yang terkaita dengannya, yaitu sempurna dan agama. Kata “sempurna” dipahami umum sebagai tak bermakna, utopis, dan imajinal. Sebab, identik dengan makna “Tuhan”. Padahal, setiap entitas punya…

Read More

Satu mata uang lazimnya punya dua sisi yang berbeda. Analogi ini kiranya mewakili dua tokoh yang boleh jadi dianggap publik punya visi yang sebangun karena sama-sama bermazhab Syiah. Malah keduanya sama-sama berbusana ulama dengan surban hitam di kepalanya. Yang satu Sayyid Hasan Nasrullah yang bermukim di Lebanon. Satunya lagi, Sayyid Muqtada Sadr yang menetap di Irak. Kedua figur itu acap diparalelkan sebagai sama-sama tokoh Syiah oleh mafia media global semacam AFP, CNN, dan sekastanya yang lantas dicopas begitu saja oleh media lokal. Padahal, sebagaimana idiom di atas, meski keduanya seagama, bahkan semazhab, namun visi dan mutu masing-masing boleh dibilang jauh…

Read More

Setiap kali 10 November menghampiri kalender, kita memperingati Hari Pahlawan Nasional. Konteks historisnya adalah kepahlawanan para pejuang yang dikomandoi Bung Tomo di “Kota Pahlawan”, Surabaya. Secara kebahasaan kata pahlawan, yang merupakan serapan dari bahasa Persia, berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani. Kepahlawanan adalah perihal sifat pahlawan (seperti keberanian, keperkasaan, kerelaan berkorban, dan kekesatriaan). Singkatnya, pahlawan adalah orang yang rela berkorban demi kepentingan orang lain. Ada tiga macam pahlawan: kemanusiaan, agama, dan bangsa. Yang pertama adalah orang yang berkorban bagi manusia tanpa membedakan agama dan bangsa. Kedua adalah orang yang berkorban untuk…

Read More