Author: redaksi

Akibat mengebiri akal sepanjang masa, norma dan parameter dijungkirbalikkan. Yang irrasional karena hiruk pikuk dianggap wajar, dan yang patut karena senyap dibilang aneh. Sebagian orang berjingkrak-jingkrak menari mengikuti irama dan lagu terbuai omong kosong cinta immoral tapi memcemooh tepuk dada karena empati kepada kebenaran yang diinjak-injak. Sebagian orang bersiul membeo nada lirik hampa biduwan meski tak paham maksudnya tapi meledek puisi duka sebagai ekspresi cinta kepada keteladanan dan kesucian yang dikoyak-koyak kawanan bromocorah bengis… Sebagian orang melompat-lompat kesurupan berteriak histeris memanggil-manggil artis pujaan bertingkah seronok di atas panggung, tapi mempertanyakan yel-yel penuh gelora cinta Ya Husain. Sebagian orang enangis dan…

Read More

Asyura dan Karbala dengan pusatnya, Al-Husain, mengkombinasikan dua horison secara harmonis. Pertama, horison langit berdimensi Ilahi sehingga universal dan abadi. Kedua, horison bumi berdimensi manusiawi sehingga partikular dan historis. Maka, ia menghidupkan semua yang mengenangnya dan dihidupkan oleh semua yang mewarisinya. Poin paling penting dari memperingati Asyura adalah menumbuhkan makna kepatuhan dalam konteks keumatan dan kebangsaan. Tanpanya, ia akan membeku sebagai seremoni tahunan, ulangan orasi emosional, pembacaan teks sejarah, senandung kidung ratapan, sekaligus pengukuhan atas eksklusivisme kelompok yang tak melangit juga tak membumi. Kepatuhan dalam konteks keumatan merupakan sikap menerima konsepsi dan aksi tanpa diskusi dan diskriminasi terhadap otoritas vertikal…

Read More

Etimologi “saudara” punya beberapa arti. Dalam arti sempit, saudara adalah anggota keluarga (laki-laki atau pun perempuan, lebih muda atau lebih tua, seibu dan atau seayah kandung, tiri, angkat). Saudara lebih tua disebut kakak, yang lebih muda disebut adik. Dalam arti lebih luas, saudara meliputi pula sanak kerabat. Lebih luas lagi, saudara merupakan istilah sosiologis. Panggilan lumrah tapi lebih sopan dari ‘kamu’ atau ‘anda’. Secara linguistik, ‘saudara’ merupakan pronomina orang kedua. ‘Saudari’ adalah bentuk femininnya. Saudara merupakan status yang sangat fundamental dalam unit sosial manusia, bahkan binatang. Status ini umumnya didasarkan pada fakta biologis, dan sebagian lagi merupakan produk konstruksi dan…

Read More

Jujur saja, arus besar umat terus berlomba meraup pahala kebaikan. Tentu dengan risiko nol atau seminimal mungkin. Maka, buat mereka, ikut dalam kafilah Asyura akan tampak konyol dan cuma cari masalah. Asyura menegaskan tiga horison perjuangan yang makin asing, bahkan ditertawakan di abad modern. Kesyahidan sebagai risiko maksimal kebajikan.Keterkucilan sebagai risiko menengahnya.Kemiskinan sebagai resiko paling minimal. Al-Husain kini telah gugur. Yazid juga sudah mati. Itu takdir sejarah. Tapi dialektika nilai masih terus berlangsung. Husainisme sebagai representasi sistem keadilan dan Yazidisme yang mewakili tirani kezaliman tetap ada dan terus bertarung sejak dulu, sekarang, dan mendatang. Al-Husain menetapkan definisi unik tentang hidup…

Read More

Asyura menjadi sumber spirit perlawanan terhadap kezaliman karena proses naturalnya. Al-Husain menjadi ikon perjuangan keadilan karena humanitasnya. Ia bangkit dengan spektrum deritanya, tanpa backup langit. Tuhan menghadirkan Karbala sebagai peristiwa natural yang tak menggunting mata rantai kausalitas kebumiannya agar diduplikasi dan agar prestasi itu aplikatif dan terjangkau oleh nalar setiap manusia, apapun keyakinannya. Terdapat sejumlah narasi dan riwayat seputar Karbala yang berisi peristiwa-peristiwa supranatural. Tanpa bermaksud meremehkannya, narasi epos, Karbala dan heroisme Al-Husain justru terlihat dan menggetarkan bila penganiayaan super biadab itu nyata terjadi karena Al-Husain berperan sebagai sosok manusia dengan semua aspek kebumiannya. Setiap peristiwa pada 10 Muharam di…

Read More

Al-Husain telah gugur.Husainisme tak pernah gugur. Karbala adalah peristiwa dulu dan di sana, tapi spiritnya adalah kini dan di sini. Menghayati spirit anti kezaliman Al-Husain tak kalah penting dari menangis sebagai ekspresi duka dalam setiap acara Asyura. Pelaksanaan acara peringatan Asyura harus disertai dengan kearifan lokal dan semangat kebangsaan. Menepuk dada sebagai ungkapan turut berduka dan rasa kehilangan adalah manusiawi. Tak perlu repot mencari dalil teks untuk itu. Cara pelaksanaan peringatan Asyura dengan ritual khas tidak lebih penting dari tujuan pelaksanaannya. Menepuk dada bisa bermakna empati sekaligus ekspresi kesiapan melindungi yang terzalimi. Belum siap secara psikis untuk menepuk dada saat…

Read More

Di setiap zaman, madrasah Karbala atau Karbalaisme selalu melahirkan generasi aneh yang menjunjung tinggi paradigma kebenaran meski pahit. Paradigma kebenaran itu kerap menyempal dari orbit paradigma kenyaman nan legit. Disebut aneh karena pilihan lazim, bahkan belakangan menjadi satu-satunya, rata-rata manusia maupun manusia rata-rata adalah keuntungan dengan semua derivatnya. Termasuk keamanan, keselamatan, kenyamanan, kemudahan, kebebasan, kenikmatan, hingga keliaran serta semua perkara kuantitatif dan jasmani. Sebaliknya, murid-murid Karbalaisme justru memilih opsi yang semakin langka di masa ini dengan penuh gairah. Dalam skema kemanusiaan, apalagi ketuhanan, opsi itu bahkan terlihat kontradiktif. Di antaranya pemihakan pada kebenaran dengan semua risikonya, keteraniayaan, kesulitan, kepatuhan, kegetiran,…

Read More

Pandemi virus corona tak jua berakhir. Bahkan belakangan kian menggila dan makin ganas. Lebih lagi, petaka global itu ikut menciptakan serangkaian petaka lain. Salah satunya adalah kecemasan yang menginvasi zona nyaman dan aman kita. Bagaimana tidak? Setiap hari, berita kematian datang bertubi-tubi. Jumlah orang yang terjangkit terus melonjak ke angka nan fantastis. Bunyi sirine ambulan yang meraung-raung rutin menampar kendang telinga. Suasananya benar-benar mencekam, seolah tak ada lagi jarak antara kita dan kematian. Malaikat maut bisa tiba-tiba mencerabut nyawa siapa, kapan, dan di mana pun. Monster super mikro itu juga laksana hantu gentayangan. Jalanan dibuat senyap akibat peraturan dan gelap…

Read More

Nasihat tentu saja baik. Bahkan al-Quran menyebut orang yang beriman kepada Tuhan sangat suka dan terbiasa saling menasihati. Salah satunya adalah nasihat yang belakangan banyak beredar di sosmed, “Semua pengeluh tak percaya janji Tuhan yang memenuhi rezeki setiap makhluk.” Nasihat itu benar adanya. Tapi tidak berlaku umum. Imam Ali bin Abi Thalib pernah mengingatkan, siapa yang mengeluhkan keadaannya pada orang yang beriman, sama saja dengan mengeluh kepada Tuhan. Sebaliknya, tindakan mengeluh akan jadi buruk bila dilakukan orang yang mampu mengatasi masalahnya sendiri. Keluhan orang semacam itu sama saja dengan menggadaikan kehormatan diri demi memuaskan keinginannya dan hidup terhina. Karenanya, tidak…

Read More

Setelah membersihkan kota kelahirannya, Mekah, pada 24 atau 25 Zulkaidah, 10 Februari 632 Masehi, Nabi Saw pergi berhaji dari Madinah ke Mekah. Saat itu beliau diiringi ribuan sahabatnya (beberapa periwayat bahkan menyebutkan jumlah ini lebih dari 120 ribu orang). Momen berhaji Nabi Saw ini juga disebut Haji al-Wada‘, Haji al-Islam, dan Haji al-Balagh. Bulan itu, Imam Ali bin Abi Thalib a.s. berada di Yaman dalam misi mengenalkan Islam. Saat diberitahu bahwa Nabi saw berhaji, ia pun beserta timnya bertolak ke Mekah dan bergabung bersama Nabi Saw sebelum ritual haji dimulai. Seusai melaksanakan ibadah haji, Nabi Saw meninggalkan Mekah menuju Madinah…

Read More