Bali Hanya Untuk Turis Luar Negeri??

Bali memang terkenal sebagai Pulau Dewata yang sangat memesona. Perpaduan antara adat budaya, alam yang indah serta masyarakatnya yang ramah menjadikan pulau ini sebagai impian bagi siapa pun sebagai tempat tujuan wisata.

Tak heran, jika Bali menjadi tujuan utama para wisatawan domestik dan mancanegara. Bali pun terus berbenah menjadi pulau tujuan wisata internasional yang mampu mendulang devisa melimpah bagi Indonesia.

Namun sayang, Bali yang menjadi kebanggaan Indonesia ini belum memberikan kenyamanan bagi wisatawan domestik. Baik masyarakat Bali sendiri ataupun pelaku bisnis di Bali lebih mengutamakan turis mancanegara dibanding turis lokal. Padahal Bali sebagai tujuan wisata harusnya tidak membeda-bedakan pelancongnya berdasarkan latar belakang negara.

Pengalaman tidak mengenakkan terjadi saat detikcom bersama beberapa wartawan media nasional menginap di sebuah hotel berbintang lima yang terletak di Jl Hang Tuah, Sanur beberapa waktu lalu.

Perbedaan perlakuan antara turis lokal dan turis asing sangat terlihat saat kami sarapan pagi. Jika para turis asing langsung diberi ucapan selamat pagi oleh pelayan saat masuk ruang restoran, para tamu lokal justru malah dimintai kupon makan pagi.

Saat para turis asing duduk pun langsung ditawari para pelayan itu untuk diambilkan kopi atau teh. Roti dan makanan ringan lain pun disajikan dengan senyum terus mengembang dari wajah para pelayan tersebut. Sementara kami, boro-boro diambilkan makanan, hendak minum kopi saja harus minta terlebih dahulu untuk diambilkan.

Perlakuan seperti ini tidak hanya kepada kami, tamu-tamu lain yang memiliki kulit tak seputih para bule juga mendapatkan perlakuan yang tak jauh beda.

Tak hanya di dalam hotel, di luar hotel pun pembedaan-pembedaan itu terus terjadi. Saat suatu malam kami hendak jalan-jalan ke luar lokasi hotel, tampak beberapa warga Bali mendekati kami. Dan langsung ngoceh ngalor ngidul dengan bahasa Inggris yang intinya menawarkan cewek-cewek cantik untuk bisa diajak kencan.

“Mas, kita juga orang Indonesia. Nggak usah pakai bahasa Inggris deh! Nggak percaya ya kalau turis lokal bisa menginap di hotel ini,” cetus salah seorang wartawan dengan nada kesal.

Tidak seharusnya turis lokal dinomorduakan di Bali. Sebagai pulau tujuan wisata, Bali seharusnya memberi kesan yang nyaman bagi siapa saja, termasuk bagi para turis lokal yang memang terkadang memiliki kocek yang kecil. Jauh dibanding para bule itu. (Anwar Khumaini – detikcom /08/02/2008 07:19 WIB)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments

  1. iNSYAALLAH tanggal 16 feb 08 mau ke Bali kalo tidak ada halangan…sy mau studi banding artikel ini…….dia olang belum tahu kalo owe banya uiii

News Feed