BELAJAR DARI DISKRIMINASI TERHADAP WARGA MUSLIM DI INDIA

Tanpa menafikan adanya sebagian umat Islam sebagai mayoritas di sebuah negara yang kerap bersikap diskriminatif, intimidatif dan intoleran terhadap minoritas keyakinan lainnya, kita perlu mengecam tindakan tak manusiawi sebagian warga ekstemis Hindu terhadap warga India penganut Islam, Kristen dan lainnya, yang terkesan dibiarkan oleh Pemerintah India dan aparat hukum dan menganggapnya sebagai terorisme struktural.

Dengan kata lain, seraya tetap mengecam kekerasan oleh siapapun dan terhadap siapapun, kita mesti sadar bahwa solidaritas karena kesamaan keyakinan akibat diskriminasi kelompok mayoritas di sebuah tempat bisa menjadi pemicu aksi pembalasan terhdap sekeyakinannya yang jadi minoritas di tempat lain.

Dari tragedi iIndia kita dapat menyimpulkan beberapa poin sebagai berikut:

1. Tragedi ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan introspeksi bahwa arogansi karena merasa superior sebagai mayoritas yang kerap diungkapkan dalam tindakan diskriminatif terhadap kelompok minoritas keyakinan di sebuah negara bisa berfek negatif terhadap saudara-saudara seagamanya yang menjadi minoritas di negeri lain.

2. Tragedi ini bisa dijadikan bahan penyadaran bahwa intoleransi dan ekstremisme tak hanya tumbuh subur dalam masyarakat Islam karena kebodohan (tak bedakan wahyu yang sakral dalam teks suci berbeda secara esensial dengan persepsi yang profan) tak hanya ada dalam satu masyarakat penganut agama tertentu.

3. Tragedi ini bisa dijadikan bahan kritik konstruktif kepada Pemerintah agar konsisten memegang teguh sumpah jabatan dengan melaksanakan amanat konstitusi berupa penegakan hukum yang adil tanpa tebang pilih dan diskriminasi serta tanpa mengutamakan kepentingan politik atas konstitusi dan hukum.

4. Tragedi ini bisa dijadikan bahan edukasi bahwa keyakinan irrasional yang melahirkan fanatisme, ekstremisme dan radikalisme dapat mengubah karakter manusia yang beradab dan santun menjadi biadab dan beringas.

5. Tragedi ini bisa dijadkan bahan antisipasi terhadap potensi meletusnya kerusuhan sektarian dengan menghidupkan nalar kemanusiaan dan kebangsaan sebagai pengimbang nalar keyakinan dan keagamaan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed