BERAGAMA BELUM TENTU BAIK?

Karena nilai kebaikan dan lawannya, keburukan, bisa dikenali dengan akal sehat, maka agama diterima.

Andaikan nilai kebaikan ditentukan oleh agama, maka setiap orang kehilangan standar dan dasar menerima dan menganut agama.

Bila kebaikan adalah produk agama, lalu dengan standar nilai apa diterima.

Bila agama dianut tanpa dasar nilai kebaikan, maka agama dipilih bukan karena dianggap baik.

Andai sorga tak ada, berbuat baik dan adil tetap mulia dan berguna.

Andai neraka tak ada, berbuat buruk dan zalim tetap hina dan berbahaya.
Sebuah perbuatan disebut buruk dan zalim karena merugikan diri sendiri sebelum dianggap berdosa.

Sebuah perbuatan disebut baik dan adil karena menguntungkan diri sendiri sebelum dianggap berpahala.

Bersikap baik secara pragmatis dan bersikap baik secara normatif tidak berbeda dalam tampilan meski berbeda secara dalam motif.

Bersikap baik secara pragmatis dan bersikap baik secara normatif sama mulia. Bahkan kadang motif manfaat menopang motif kepatuhan.

Kebaikan dan keburukan dipahami dengan akal sehat (fitrah), karena yang tak beragama pun mengenalinya.

Bila memang kebaikan ditentukan oleh akal, lalu apa fungsi agama?

Agama hadir untuk menjelaskan cara menjadi baik dan menjanjikan kebahagiaan bagi pelaku kebaikan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed