BERSOSMED SECARA PROPORSIONAL DEMI MEMPERTAHANKAN ORISINALITAS DIRI

Demi menjaga orisinalitas diri sebagai makhluk nyata, mungkin kita perlu mengambil jarak dengan dunia virtual dalam batasan yang proporsional sesuai tingkat urgensi.

Media sosial adalah sarana seperti mobil yang digunakan saat hendak mencapai sebuah tujuan, bukan seperti busana yang harus selalu dipakai kecuali beberapa menit saat mandi.

Sebagaimana mobil, platform medsos harus aman dan tidak membahayakan bagi diri sendiri dan pengguna lainnya. Karena itu mestinya ia hanya patut digunakan bagi yang punya keterampilan dan kemampuan mengendarai.

Menyampaikan pandangan agama atau yang terkait dengan ilmu atau sesuatu yang berskala luas memerlukan kompetensi, kepekaan membaca situasi aktual dan kehati-hatian maksimal dalam berinisiasi atau merespon juga bekal perbendaharaan kata yang cukup agar tak terhambur percuma atau bahkan menimbulkan kesalahpahaman atau mengaburkan yang sudah jelas.

Pengguna medsos yang merasa tak kompeten atau tak punya kendali yang kuat mestinya membatasi aktivitas dengan cukup menyimak, membaca dan menyebarkan hal-hal yang dipastikan baik, benar dan tepat. Selanjutnya mendarat lagi di altar realitas.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed