BIPOLAR DAN SPLIT PERSONALITY

Pernah menemukan orang yang terlihat ceria, komunikatif dan ramah pada suatu momen pertemuan atau sebuah acara namun pada momen dan peristiwa lain bahkan kadang dalam rentang waktu yang tidak lama terlihat murung, abai dan kasar? Itu disebut bipolar.

Banyak yang tak tahu bahwa sebagian orang yang terlihat tak menyenangkan atau inkonsisten menderita gangguan bipolar sehingga keburu menyikapinya secara spontan dengan cercaan karena mengiranya sebagai orang yang memang buruk karakter dan perilaku .Padahal penderitanya tak merencanakan itu, bahkan mungkin dia tersiksa oleh gangguan psikis itu.

Dan sebagian yang mengidapnya, karena tak menyadarinya atau menyadarinya namun tak mampu mencari solusi penangannya, atau karena orangtuanya (bila masih bocah) tak menganggap perilaku itu sebagai keganjilan dan dibiarkan tumbuh kondisi psikis begitu, pengidapnya menjadi korban diskriminasi dan memakan korban yang menimbulkan kekecewaan dan kebencian dalam beragam interaksi sosial, terutama dalam hubungan rumahtangga. Sebagian pengidapnya adalah orang-orang cerdas, sukses dalam bidangnya, bahkan tokoh masyarakat, agamawan dan artis dan aktor kenamaan. Salah satunya adalah aktor jenius Robin Williams yang tewas bunuh diri akibat gangguan ini.

Para ahli belum memastikan penyebab terjadinya gangguan bipolar, namun, menduganya sebagai dampak dari gangguan pada senyawa alami yang berfungsi menjaga fungsi otak (neurotransmitter). Gangguan pada neurotransmitter itu sendiri diduga dipicu oleh beberapa faktor, seperti genetik, sosial, ngkungan dan fisik.

Penderita disarankan untuk tidak menyembunyikannya dan melakukan pemeriksaan secara langsung ke dokter guna menjalani terapi khusus agar dapat mengendalikan diri saat gangguan terjadi.

Bipolar disorder bisa terlihat dari gejala perilaku yang bertolak belakang karena tuntutan profesi atau kepentingan tertentu. Misalnya seseorang yang terlihat santun, humoris, rendah hati dengan bahan pembicaraan yang landai saat d bersama keluarga dan teman-teman terdekatnya bisa berubah ecara radikal saat memasuki dunia lain yang menuntutnya menjadi diri lain yang garang, angkuh dan kharismatik saat berhadapan dengan publik, karyawan, pengikut atau umat di atas panggung atau ruang terbuka. Beberapa figur terkemuka agama dan politik di Tanah Air mungkin terlihat mempunyai gejala ini dari paradoks ikap dan pernyataan-pernyataanya yang kontradiktif.

Ini mungkin bisa dialami oleh sebagian pecandu medsos yang menduplikasi diri baru dengan karakrer baru yang berbeda dengan diri awalnya. Dengan kata lain, sebagian orang tak mengalami gangguan bipolar dan gangguan pecah kepribadian namun justru melakukannya.

Singkatnya, kita perlu membekali diri dengan wawasan psikologi dan sosiologi dalam berinteraksi dengan siapapun agar tidak salah bersikap dan tidak keburu memvonis.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed