Blog Pendengki Blog

Ada sebuah blog yang berisikan ketakutan akan melonjaknya hits dan jumlah pengunjung blog-blog yang dianggapnya Syiah. Lucunya bloger ini tanpa malu secuilpun memalsu data statistiknya dengan harapan pengunjung menyangka jumlah pengunjung blognya sangat fantastik meski baru saja dibuat beberapa bulan lalu. 

Dia membuka blognya dengan semboyan klise ‘Berdakwah & Berbagi’ . ini adalah indikasi nyata bahwa kaum rasionalis musli, baik Syiah maupun Sunni mulai mengalahkan dakwah kaum ‘kaca mata kuda’ wahhabi yang mencatut nama mazhab Sunni.

 Ia menulis sebuah artikel murahan sebagai berikut:

Syiah, Hati-Hati Konspirasi didalam Blog

Ditulis pada September 7, 2007 oleh anas fauzi rakhman

Dunia blog semakin ramai, penuh sesak dengan berbagai macam pemikiran dan aliran. Salah satu komunitas yg banyak adalah blog-blog Syiah. Sebenarnya saya heran dg fenomena ini, krn pada dasarnya mereka punya metode takiyah (tdk terang2an mengatakan saya Syiah).

Sebagaimana sebelumnya saya telah menampilkan sebuah artikel tentang mereka (Syiah) maka pembahasan ini menjadi hal yg penting, mengingat isi blog mereka cukup membuat gerah orang Islam.

Awalnya ini hanya dari kegiatan blog walking, tetapi setelah diteliti bisa menarik sebuah benang merah diantara blog2 mereka. Ditambah lagi link2 diantara mereka

Ciri-ciri blog syiah:

  1. Membela paham Syiah
  2. Menjelek-jelekan Sahabat Rasulullah juga para ahlul hadits.
  3. Menjelekan Abu Bakr
  4. Mengkafirkan Muawiyah
  5. muawiyah.jpg
  6. Menjelekkan Imam Ahlul Hadits AzZuhri
  7. Menuduh Abu Hurairah tukang bohong
  8. Menyudutkan para ulama ahlul hadits semisal Imam Bukhori dan Imam Muslim. Walaupun alasannya mengkritik, org yg berakal pasti paham ini adalah cacian.
  9. Menyudutkan pemahaman ahlussunnah/salafy/wahabi
  10. Memakai cara-cara licik. Untuk menjebak kaum muslimin mereka memberi nama blog mereka dengan nama-nama yg mereka caci maki:shahih bukhori, abu salafy, ibnu taimiyah, wahabisme

Pada akhir artikel penuh fitnah ini, ia mengajak para pengguna internet untuk tidak mengunjungi blog-blog Syiah:

Saran saya tdk usah kunjungi blog-blog itu apalagi berdebat panjang lebar didalamnya, karena orang Syiah itu terlalu banyak perbedaanya dg Islam, AlQuran-nya juga beda (3 kali lebih tebal, mereka namakan Quran Fatimah), Sholat ‘Ashr hukumnya sunnah (sehari hanya sholat 4 kali), melakukan perayaan menyiksa diri ketika hari kematian Hasan-Husein ‘alaihimassalam

Lucunya, artikel tentang hal ini telah dideletenya. Namun bisa dilacak di google : (http://mumtazanas.wordpress.com/2007/09/07/syiah-hati-hati-konspirasi-didalam-blog/)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 comments

  1. Ulasan mereka dari 1-9 adalah fakta bukan rekayasa apalagi tujuannya menghina (mereka aja yg kege’eran) dan ulasan No.10 justru menunjuk hidung mereka sendiri. Ibarat Kucing nguber buntutnya sendiri.
    Gituuu….aja…koq….repot….!!!

  2. Ciri-ciri tuduhan dengan cara klasik, hanya saat ini diaplikasikan ke blog.
    :. “Selamat datang di dunia blogger, Anas!”
    Lain kali jangan bangun kesiangan di dunia Internet! 😉

    Salam

  3. wah…wah…orang kayak gini mah debat ma kader2 baru ku di HMI saja bakal kelimpungan.

    Sayang yah orang kayak gitu kok menghabiskan waktunya buat ngeblog, karena bisa bikin Go-Blog.

    mending waktunya dihabisin buat baca buku dan diskusi face to face. mantap tuh…

  4. http://mumtazanas.wordpress.com/2007/09/07/syiah-hati-hati-konspirasi-didalam-blog/

    karangan wahabi g’ berbobot.. capek ngurusinnya 😀 paling kepalanya migran jadi mikirnya cuma pake 1/2 dari kepalanya.. yang isi dari 1/2 kepalanya itu g’ tau apa isinya 😀
    bukan ana ngejek.. non sense banget, buat image, nuding2 syi’ah, tapi pembaca dilarang me referensikan apa yang telah dituduhkan.. wah..yang mau percaya mentah2 pendapat seperti ini seperti apa ya orangnya 😉
    aneh aneh aja..

  5. Apakah dengan begitu artikel seperti ini memberi refleksi bahwa anda juga mendengki blog tersebut ? However, saya sendiri tidak setuju dengan blog seperti itu. 😉

    ML: terimakasih atas commentnya. Untuk memastikan, silakan membandingkannya. Blog saya tidak alergi terhadap paham dan agama apapun. Saya juga menyesalkan blog penghina Islam dan agama-agama lainnya. Anyway, saya akan introspeksi dan berusaha untuk lebih akomodatif. Senang berkenalan dengan anda yang kritis.

  6. Kenapa ya Sunni dan Syiah itu terjebak dalam kebanggaan sektarianisme masing2? Menurut saya, pada tradisi hadis baik Syiah maupun Sunni memang ada permasalahan mendasar yaitu rekaman lisan yang ditulis. Pasti ada distorsi disebabkan oleh waktu dan periwayatan selama berabad-abad. Catatan sejarah kontemporer yang punya banyak ragam medium perekaman saja menghadapi kontraversi, apalagi teks-teks “lama” seperti ini.

    Kita tidak pernah berada “di sana,” tetapi hanya merujuk dari teks ke teks yang lain, sebuah realitas semu, bukan realitas itu sendiri. Itu persoalannya. Itulah sebab kita menemukan irasionalitas-irasionalitas. Saya bicara dalam konteks teks baik yang menjadi rujukan utama Sunni maupun Syiah.

    Saya sendiri memposisikan diri sebagai Muslim independen. Meskipun besar dalam tradisi Sunni, saya pernah berdikusi dengan kalangan Syiah. Dari mereka sendiri saya mengetahui bahwa di kalangan Syiah sebagaimana Sunni terdapat beberapa kelompok mulai yang radikal, moderat, maupun yang sekular.

    “Moderat” di sini dalam arti tidak memutlakkan tafsiran atas kebenaran, tetapi bersedia menerima sudut pandang yang berbeda secara harmoni. Karena kebenaran, bagaimanapun, hanya Tuhan yang tahu. Dan kavling surga kita, biarlah Tuhan yang menetapkan. 😀

  7. Salam Junarto,…

    Setuju soal kafling surga yang Allah “akan” tetapkan.

    Lebih universal dari bahasan teks2 kedua mazhab, pada akhirnya keseluruhan keyakinan kita terhadap agama (literal) ini patut dipertanyakan jika premis awalnya, “teks2 keagamaan adalah produk sejarah yang tidak mungkin…atau sangat sulit….diuji validitasnya, karena bersifat SEMU.”

    Teks2 keagamaan merupakan bagian penting dari eksistensi keagamaan. Sangat penting untuk “meyakini” bahwa sumber teks utama (Al-Qur’an) tidak mungkin lepas dari episode turunnya agama Islam. Akal bagi sebagian pemuja aliran Evidensialisme–juga bagi mereka yang arestotelian–bahkan sanggup menyimpulkan bahwa teks2 merupakan keutamaan yang WAJIB ADA dalam turunnya Agama Samawi.

    Jelas berbeda antara teks2 Hadits (dan lainnya) dengan Kitab Suci. Namun bukan berarti kita–umat Islam–menjadi kehilangan konteks atas realitas sejarah teks2 yang sudah ada. Sehingga menjadi “Alergi” atas ‘tersedianya metodologi yang komperhensif– juga valid–untuk menyerap nilai-nilai penting yang dikandung dalam teks2 tersebut.

    terima kasih,

  8. Jelas tak semua Nabi memiliki “kehormatan” untuk membawa risalah Tuhan dgn kitab suci. Namun jelas dan terang bagaimana Agama2 besar, Agama akhir zaman, membutuhkan rujukan dan panduan.

    Tertulis……maupun tidak tertulis.

  9. Gus dur says : gitu aja kok repot ,jangan ge-er deh baca dulu yang banyak mengenai sejarah islam dan hadist dari imam bukhori dll, dengan mengunakan inteletualitas jangan – jangan yang buat blog penghasut agar tidak masuk dalam blog syiah itu sendiri yang akan lebih keras mencaci maki kepada yang katanya sahabat Nabi Muhammad SAWW dan ahlul hadist he he he

  10. menurut gue sih adanya “blog pendengki blog” itu sesuatu yang niscaya. biar nyebelin, harus dihadapi. konflik itu, kata antropolog entah siapa gue lupa, diperlukan untuk menjaga keteraturan dan keseimbangan. 😀 anyway, seharusnya kita bersyukur kalo kaum “salaf” itu masih bergerak dalam level “hasutan” di dunia maya, bukan hasutan pentungan model FPI.

    btw, gue baru dateng di wordpress.

    salam

  11. @ alhadiboy

    Kok tau HMI jogja dah banyak salafynya? gak masalah kok. selama mereka masih bisa menerima keragaman pemikiran yang berkembang di HMI, itu gak masalah. BTW, HMI mana dulu nih? DIPO atau MPO?

  12. Ustad ada alamat nya anas engaak biar ana yg pemula ini aja yg nanggepin biar ana kasih tau Islam tuh penuh dengan kasih sayang

    ML: ada dlm posting dia.

  13. Salam…
    Kebenaran itu mutlak adanya, saya beberapa kali ngajak orang wahabi mubahalah tentang keyakinan yang masing-masing yakini, selalu menolak dengan alasan alasannya ada saja…
    saya seorang yang belum bisa menjadi syiah Ahlulbayt, saya hanya baru mengaku-ngaku sendiri kalo saya syiah mereka.. karena tidak mudah untuk menjadi syiah mereka.
    wahai wahabi se indonesia ataupun sedunia,. silahkan penggal leher saya seperti nenek moyang kalian memenggal leher Cucunda Nabi Saww Imam Husein…

News Feed