BUHULAN RINDU

Bila desiran sepoi sejuk yang mengelus lrih parasmu tak menghibur sanubarimu, mungkin legamnya langit tanpa pernik gemintang bisa merahasiakan lukamu.

Bila tetes-tetes sisa hujan di ujung atap serambi tak meriangkan sukmamu, mungkin bising konser katak dan satwa di pekarangan bisa menelan sendat isakmu.

Bila sepinya malam di ujung Januari yang basah tak melepas dirimu dari buhulan rindu, mungkin puisi tuna aksara itu bisa mencabut sesak napas cemasmu.

Bila asap bulat yang terus kau semburkan menari-nari di udara tak mengalihkan rasa kesendirianmu, mungkin atap bilikmu bisa menjadi kanvas siluet anganmu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed