Bukan ‘Indo(am)nesia’

Sabtu malam lalu teman saya yang aktivis LSM mengajak saya menghadiri diskusi lesehan tentang nasionalisme dan kemerdekaan di Taman Ismail Marzuki (TIM). Dalam diskusi yang tidak menghadirkan narasumber beken (karena biaya ‘amplop’ tidak dianggarkan panitia) itu, hampir semua peserta yang sebagian besar aktivis kampus dan LSM itu lebih banyak mengutarakan unek-unek dan ‘curhat politik’. Bahkan, salah seorang mantan demonstran yang berambut gondrong membacakan puisi yang berisikan penolakannya terhadap absurdnya nasionalisme di tengah masyarakat. Peserta lainnya pun memberi applaus tanda setuju.

sby-man8Seorang mantan demonstran lainnya angkat bicara, “Biasanya, menjelang peringatan HUT RI, kita hanya disibukkan dengan membangun gapura, mengibarkan bendera, memasang umbul-umbul, latihan baris-berbaris serta upacara, dan bahkan berdangdut ria hingga kadang berpesta minuman keras. Padahal bangsa kita belum benar-benar merdeka. Bukankah ini pembodohan?” Peserta lainnya menggut-manggut, termasuk saya juga tentunya.

“Kita mengaku sudah merdeka, namun kenyataannya kita sangat bergantung pada negara lain. Banyak negara dengan gampangnya mendikte kita. Nilai tawar kita sebagai negara dan bangsa yang merdeka pun sangat rendah,” tegas eks tapol Orba itu berapi-api.

Suasana menjadi agak riuh karena setiap peserta seakan ingin berkomentar. Menjelang subuh, diskusi renyah yang berjalan tanpa moderator itu ditutup dengan ritual makan jagung bakar.

Setiap menjelang 17 Agustus, nasionalisme dan kemerdekaan selalu saja menjadi topik bahasan.

Nasionalisme berarti ‘paham kebangsaan’. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1994:89), salah satu arti bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa dan kebudayaan dalam arti umum, dan yang biasanya menempati wilayah tertentu di muka bumi.

Lalu, apakah kini perilaku kita, pemimpin maupun rakyat, mencerminkan sebuah bangsa? Tidakkah individualisme dan konsumerisme telah mengikis nasionalisme dan memicu lahirnya hasrat-hasrat separatisme?

Nasionalisme sejati bukanlah semata jargon dan sarana klaim, namun keberanian untuk melakukan otokritik terhadap bangsa sendiri. Korupsi adalah salah satu contoh nyata sikap a-nansionalisme yang sampai sekarang menjadi musuh terbesar bangsa Indonesia. Virus korupsi tidak hanya menjangkiti pejabat namun nyaris menjadi fenomena lumrah di tengah masyarakat, mulai dari pembobolan bank, mark up proyek, dan tender palsu hingga pungutan liar, penyuapan oknum petugas, penggelapan pajak, dan pencurian listrik.

Merdeka dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, memiliki arti: bebas dari penghambaan dan penjajahan, serta tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu.

Benarkah Indonesia sudah merdeka? Sudahkah bangsa kita menjadi bangsa yang tidak tunduk pada hegemoni ekonomi, politik, dan budaya asing? Apakah kita sudah benar-benar merdeka jika tuntutan konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia tergadaikan karena kita lebih sering menari mengikuti genderang perang negara adidaya? Di manakah kemerdekaan kita ketika sumber daya alam nan berlimpah itu tak mampu dikelola sendiri demi kepentingan rakyat banyak? Sungguhkah kita telah merdeka jika mayoritas warga bangsa ini termajinalisasi dalam pembangunan yang pro korporasi global?

Kini makna kemerdekaan yang lebih substantif perlu lebih diinternalisasi dalam dada setiap anak bangsa, bukan sekadar jargon-jargon yang dikumandangkan dengan tangan terkepal demi tujuan-tujuan pribadi atau golongan.

Peringatan HUT RI harus menjadi seremoni syukur yang diinspirasi semangat pembangunan otonomi moral agar dapat menjadi pewaris bumi yang sah. “Sesunggunya bumi akan diwarisi oleh hamba-hambaku yang saleh.” (Al-Quran).

“Agustusan” mendatang (2008) semoga kualitas negeri ini semakin baik sehingga tidak harus ada lagi kereta api yang anjlok karena relnya dipotong demi sesuap nasi. Semoga Kita bukan bangsa “Indo(am)nesia” yang melupakan jatidiri dan cita-cita proklamasi. Merdeka! (www.adilnews.com)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed