Skip to main content

Bulan Maulid Datang: Awas Geng Motor Berjubah..!(Revisi)

By March 18, 200810 Comments

Ada dua kelompok yang gemar melakukan konvoi motor dan sebagian menebar ketakutan pengendara lain. Kelompok pertama adalah para bikers yang punya hobi dan ritual mingguan komunitas penggemar merek tertentu.

Kelompok kedua adalah kawanan pengendara motor yang berpawai tanpa helm sambil membawa bendera, bukan bendera Merah Putih atau bendera partai, tapi bendera majelis taklim.

Bulan Maulid adalah bulan mereka. Demi kesehatan dan keselamatan disarankan untuk menghindari kerumunan itu, yang umumnya bermarkas di majelis-majelis taklim yang biasa memasang poster raksasa Sang Habib yang berpose tegak dengan wajah diatur sewibawa mungkin.

Berdakwah dan menyampaikan sesuatu yang baik kepada seseorang merupakan salah satu bentuk amar makruf dan nahi mugkar.

Dakwah yang tidak keluar dari bingkai amar makruf dan nahi mungkar mesti memenuhi syarat-syaratnya, antara lain 1) subjek (pelaku dakwah) yang menguasai persoalan yang hendak didakwahkannya; 2) objek (sasaran dakwah) yang menyimpan potensi penerimaan dan memposisikan diri sebagai pihak yang menerima dakwah; 3) materi (konten dakwah) yang dianggap penting untuk didakwahkan sesuai urutan urgensi dan koherensi dengan konteks serta kondisi sasaran dakwah demi menjamin efektifitasnya; 4) metode (pola dakwah) yang digunakan merupakan hasil dari sebuah penelusuran objektif terhadap kondisi sasaran dakwah, baik potensi, pemahaman, latar belakang pendidikan, starta sosial, kultural, psikologis dan lainnya; 5) sarana (perangkat dakwah) yang memungkinkan subjek dan objek terlibat dalam interaksi dan komunikasi yang produktif, seperti bahasa, tempat dan sebagainya; 5) ruang dan waktu (konteks dakwah) yang menjamin tersampaikannya materi dakwah yang terukur dan terencana sesuai dengan kapasaitas ruang dan tempo yang memadai.

Dakwah yang tidak mengabaikan hak warga untuk beraktifitas dan hak untuk masyarakat untuk memperoleh rasa aman adalah dakwah yang patut dipuji dan didukung. Sebaliknya, dakwah yang cenderung memaksa, hanya mengumbar simbol-simbol, apalagi isi dakwah tidak menyentuh kehidupan faktual masyarakat, adalah dakwah yang selain tidak perlu, harus dihindari.

Banyak sudah keluhan yang muncul dari masyarakat umum yang terganggu oleh ulah para peserta pawai maupun anggota majelis taklim yang berlagak milisi dengan mengabaikan hak orang lain. Indonesia adalah negara yang dibangun di atas prinsip kesejajaran dan persamaan hak. Negara ini adalah hasil perjuangan semua pahlawan dari pelbagai agama, budaya dan etnik. Majulah Indonesia dengan keragamannya. Bukankah pelangi itu indah karena keragamannya??

Majelis taklim mesti menjadi sentra kesejukan Islam yang telah dibangun dengan ketulusan dan kerendahan hati dan tolensi.

Bulan Maulid adalah bulan kegembiraan atas kelahiran Surya Risalah, Muhammad saw, yang menjadi manifestasi kasih (rahmat) Tuhan.

Semoga poster-poster raksasa itu tidak membuat masyarakat makin ngeri melihat keangkeran majelis taklim dan kegagahan tokoh yang dipampang.

Artikel terkait yang bisa ditemukan dalam blog ini berjudul “Pamer Tato Agama”