Bulan Maulid Datang: Awas Geng Motor Berjubah..!(Revisi)

Ada dua kelompok yang gemar melakukan konvoi motor dan sebagian menebar ketakutan pengendara lain. Kelompok pertama adalah para bikers yang punya hobi dan ritual mingguan komunitas penggemar merek tertentu.

Kelompok kedua adalah kawanan pengendara motor yang berpawai tanpa helm sambil membawa bendera, bukan bendera Merah Putih atau bendera partai, tapi bendera majelis taklim.

Bulan Maulid adalah bulan mereka. Demi kesehatan dan keselamatan disarankan untuk menghindari kerumunan itu, yang umumnya bermarkas di majelis-majelis taklim yang biasa memasang poster raksasa Sang Habib yang berpose tegak dengan wajah diatur sewibawa mungkin.

Berdakwah dan menyampaikan sesuatu yang baik kepada seseorang merupakan salah satu bentuk amar makruf dan nahi mugkar.

Dakwah yang tidak keluar dari bingkai amar makruf dan nahi mungkar mesti memenuhi syarat-syaratnya, antara lain 1) subjek (pelaku dakwah) yang menguasai persoalan yang hendak didakwahkannya; 2) objek (sasaran dakwah) yang menyimpan potensi penerimaan dan memposisikan diri sebagai pihak yang menerima dakwah; 3) materi (konten dakwah) yang dianggap penting untuk didakwahkan sesuai urutan urgensi dan koherensi dengan konteks serta kondisi sasaran dakwah demi menjamin efektifitasnya; 4) metode (pola dakwah) yang digunakan merupakan hasil dari sebuah penelusuran objektif terhadap kondisi sasaran dakwah, baik potensi, pemahaman, latar belakang pendidikan, starta sosial, kultural, psikologis dan lainnya; 5) sarana (perangkat dakwah) yang memungkinkan subjek dan objek terlibat dalam interaksi dan komunikasi yang produktif, seperti bahasa, tempat dan sebagainya; 5) ruang dan waktu (konteks dakwah) yang menjamin tersampaikannya materi dakwah yang terukur dan terencana sesuai dengan kapasaitas ruang dan tempo yang memadai.

Dakwah yang tidak mengabaikan hak warga untuk beraktifitas dan hak untuk masyarakat untuk memperoleh rasa aman adalah dakwah yang patut dipuji dan didukung. Sebaliknya, dakwah yang cenderung memaksa, hanya mengumbar simbol-simbol, apalagi isi dakwah tidak menyentuh kehidupan faktual masyarakat, adalah dakwah yang selain tidak perlu, harus dihindari.

Banyak sudah keluhan yang muncul dari masyarakat umum yang terganggu oleh ulah para peserta pawai maupun anggota majelis taklim yang berlagak milisi dengan mengabaikan hak orang lain. Indonesia adalah negara yang dibangun di atas prinsip kesejajaran dan persamaan hak. Negara ini adalah hasil perjuangan semua pahlawan dari pelbagai agama, budaya dan etnik. Majulah Indonesia dengan keragamannya. Bukankah pelangi itu indah karena keragamannya??

Majelis taklim mesti menjadi sentra kesejukan Islam yang telah dibangun dengan ketulusan dan kerendahan hati dan tolensi.

Bulan Maulid adalah bulan kegembiraan atas kelahiran Surya Risalah, Muhammad saw, yang menjadi manifestasi kasih (rahmat) Tuhan.

Semoga poster-poster raksasa itu tidak membuat masyarakat makin ngeri melihat keangkeran majelis taklim dan kegagahan tokoh yang dipampang.

Artikel terkait yang bisa ditemukan dalam blog ini berjudul “Pamer Tato Agama”

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 comments

  1. Jadi, hubungan antara sikap khas pengendara motor dan bulan Maulid apa? Yang pasti, rombongan tentara Tuhan (karena kerjaannya suka teriak2 bawa2 nama Tuhan. Seolah2 Dia itu jauh sehingga harus diteriaki) bersepeda motor yang doyan pawai sudah merusak tatanan sosial. Seolah2 hanya mereka yang beragama, dan karenanya boleh melanggar aturan lalulintas hanya karena berkopiah putih.
    Andito
    http://www.anditoaja.wordpress.com
    http://www.maulanusantara.wordpress.com

  2. maaf, alangkah terbatasnya sinyalku untuk menangkap hubungan pengendara motor dengan perhelatan atau bulan maulid Nabi. Semoga ada penjelasan yang lebih lugas dari ini. terima kasih

  3. Sebodo ah yang penting asik coy….
    muter-muter ame temen-temen ngadem-ngademin bodi kene angin malem ……….. asik coy
    ape lagi kalau malem minggu, cihuuuy…

  4. Pa ustaz, Diluar hirup pikuk macet dan gangguan yang dialami anda dan mungkin masyarakat lainnya, saya yakin rombongan bermotor dan berjubah apalagi sang mubalighoh tidak bermaksud mengganggu apalagi pamer simbol. jor-joran syiar tak dapat dipungkiri juga merupakan faktor penarik dan penyedot massa untuk ikut datang dan mendengarkan, Jika efek nya positif terhadap para pengikut2nya, daripada keluyuran malem mingguan, kenapa kita sinis ?

    Kalo dakwah harus menurut persis bingkai dan syarat2 dakwah yang pa ustaz sebutkan, sepertinya mayoritas masyarakat kita justru belum siap, para pengamen atau penjual asongan akan kabur 😀

    jadi pa ustaz, menurut saya, jika kita mencintai pelangi keragaman seperti yang pa muhsin katakan, Mungkin ada baiknya kita justru endorse/encourage masyarakat kita untuk lebih toleran, memaklumi dan kalo ada yang mengganggu, sebaiknya menegur langsung.

    Bukankah begtu??

  5. Assalamu’alaikum wr.wb

    Yang terhormat Bapak dan Ibu, Ikhwan dan Akhawat
    Dalam suasana Maulid Nabi saw yang sangat mulia ini, kita perlu melakukan perenungan kembali ttg perjuangan dan missi Rasulullah saw yaitu Rahmatan Lil-‘alamin (menebarkan kasih sayang pada semua hamba dan makhluk Allah swt).

    Dan sepantasnya kita sbg ummatnya menyampaikan salam dan ziarah kepada Rasulullah saw.
    Smg dengan ini hari dan bulan yang sangat mulia ini mengalirkan rahmat dan keberkahan kepada kita semua.

    Bagi yang berminat Amalan2 utama, salam dan doa ziarah Nabi saw yang khusus di hari dan bulan Maulid yg sangat mulia ini, silahkan mengkopi dari:
    http://syamsuri149.wordpress.com
    http://shalatdoa.blogspot.com

    Wassalam
    Syamsuri Rifai

  6. Assalamualaikum wrwb.

    Ana setuju sama opininya pak ranrose.

    Berpawai seperti itu ialah suatu cara yang digunakan tuk menarik perhatian dari objek da’wah.
    lagipula setau ana gak ada tuh cara yang agak-agak efektif sedikit untuk menarik perhatian masyarakat awam selain melakukan sesuatu yang menarik juga.

    Klo mau pakai persuasif,jumlah yang berminat masih bisa dihitung jari
    Klo mau pakai media,malah gak dipeduliin
    udah itu mahal pula.
    “MAU PAKAI CARA YG GIMANA ???”

    Cuman yang pentingnya,gimana sampai pawai itu gak merusak suasana.
    Dan jaganlah pula kita menganggap hal2 yang begitu dianggap negatif
    Dan janganlah pula para personil pawai itu melakukan tindakan yang anarkis2

    “Da’wah itu menyeru,Bukan memaksa”

    Kita hanya sebagai pemberi peringatan.
    Rasulullah saw. juga hanya sebagai pemberi peringatan
    yang memberikan hidayah itu Allah swt.

    Buktinya pada paman beliau,Abu Muthalib.
    Klo dipikir2 apa sih susahnya Rasulullah saw. mengislamkan beliau
    Rasul kok,banyak kelebihannya,gak kayak kita.

    Tapi dari kejadian tsb. Allah swt. udah membuktikan bahwa Rasulullah saw. itu hanya bertugas sebagai pemberi peringatan.
    sama seperti kita,kita cuman ngingatin
    Selepas itu urusan si dia sama Allah swt.

    Semoga yang ana tulis ini bermanfaat
    Wassalam.

  7. Sejak kapan da’wah agama mengunggu2 siapnya ummat !!
    WhaaaaatttTT ??

    Karena umat belum siap, belum tertarik, belum pantes, belum mau menolehkan kepala, belum “kejepit”…….maka agama termoderasi sedemikian “UNIK”-nya dengan gaya KOBOI, PREMAN, GAK PENTING kalau Jalan Orang macet2, Pawai motor “Sundel” menginjak2 hak orang lain, undang2 lalulintas, dst …

    Tegur langsung … ?????

    Segudang binatang2 JURASSIC PARK dan “omelan” ke-kafiran langsung nancep ulu hati kita !!!
    Karena banyak, 10000000% over acting, menakut-nakuti ‘bak Petugas Agama, ….

    CAPE AHHHHhhhhhhhhh …. dikibulin !!!

  8. harga BBm mahal…..ga usah pawai segala laaaahh..mbo’ ya hemat..seperti sifat rosul yang tidak suka tabdzir(berboros -borosan).:)

  9. Masa’
    konfoi ga pake helm?

    katanya penyebar kedamaian dan tauladan ?
    dimana damainya?
    yang mana tauladannya?

    masa kalah sama (yang kalian kata) Geng Motor ?

    KEEP SAFETY RIDING dunk….

News Feed