Skip to main content

Presiden Bush dan para pejabat Amerika lainnya, suatu hari akan menghadapi pengadilan, persis seperti diktator Irak terguling, Saddam Hussein, atas “kehancuran yang mereka sebabkan di Irak,” kata Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei.

Berbicara di hadapan ribuan jamaah pada khotbah Jumat pertama di bulan suci Ramadhan, Ayatullah Khamenei mengatakan bahwa Bush akan dimintai pertanggungjawaban atas invasi yang dipimpin Amerika Serikat. “Suatu hari akan datang ketika presiden dan para pejabat AS saat ini akan diadili dalam sebuah pengadilan tertinggi internasional atas kehancuran yang mereka sebabkan di Irak,” ujar Ayatullah Khamenei.

“Orang-orang Amerika harus menjawab mengapa mereka tidak mengakhiri pendudukan atas Irak dan mengapa gelombang terorisme dan kekerasan menguasai negeri itu,” tambahnya. “Hal seperti ini tidak akan berlangsung selamanya dan suatu hari mereka akan dihentikan, sebagaimana yang pernah dilakukan terhadap Hitler, Saddam, dan beberapa pemimpin Eropa lainnya.”

Sayid Khamenei juga mengecam AS dengan menggambarkan kesaksian para pejabat puncak Amerika di hadapan Kongres mengenai Irak sebagai sebuah tanda kelemahan dan kegagalan kebijakan AS di negeri yang porak-poranda karena perang itu.

“Lebih daripada empat tahun telah berlalu sejak pendudukan Iran, dan sekarang setiap orang tahu bahwa Amerika telah gagal dan secara membabi-buta berupaya mencari jalan keluar.”

Dalam kesaksian mereka, Jenderal David Petraeus dan Duta Besar Ryan Crocker memunculkan tuduhan—yang ditolak Iran—bahwa Iran terlibat dalam kekerasan di Irak dengan mendukung, baik secara militer maupun finansial, milisi-milisi dan kelompok-kelompok perlawanan. Keduanya bahkan memperingatkan bahwa AS telah terlibat dalam sebuah perang proksi dengan republik Islam itu.

Meskipun secara internasional, sanksi DK-PBB dan upaya-upaya untuk mengisolasi Iran terus dilakukan, menurut Khamenei, negaranya kini makin berkembang.

“Hari ini, kami berada dalam posisi politik yang lebih baik dibandingkan dengan empat atau lima tahun yang lalu,” katanya. “Kami telah melangkah maju secara ekonomi dan kesadaran serta kebahagiaan spiritual bangsa kami semakin berkembang.”

“Sebuah bangsa seperti kami, tanpa sebuah bom atom dan tidak sekaya negara-negara kuat tersebut, berhasil membendung serangkaian konspirasi dan memaksa mereka untuk menyerah dan mundur,” tambah Ayatullah Khamenei.[ICC/irm/AP]