COCOKOLOGI
Rupanya jelang pilpres 2019 semua cara ditempuh untuk mencari suara, termasuk cocokologi dengan nomer urut surah.

CARI KUASA VIA COCOKOLOGI

Kemarin seorang teman mengirimkan sebuah video. Biasanya saya mengabaikannya karena bisa dipastikan kiriman semacam ini sudah jadi menu rutin di puluhan WAG.

Entah kenapa saya mengkliknya. Video itu menayangkan seseorang yang berdiri di tengah orang-orang berpeci yang duduk mengitarinya. Pria itu memperlihatkan lembar putih punggung beberapa lembar kalender seraya menunjukkan angka-angka lalu mengajak hadirin menyahuti beberapa pertanyaannya.

 

Singkatnya, dia memamerkan kepiawaiannya dalam nomerologi lalu menggabungkannya dengan nomer surah yang dianggapnya sebagai hasil pengurutannya.

Pada akhirnya dia membuat hadirian tercengan kagum saat memastikan masa depan dan nasib Presiden Joko Widodo sesuai surah al-Muthaffifin.

Tanpa bemaksud meremehkan isi video itu, saya tidak ikut tercengang apalagi sampai plonga plongo.

Yang jadi pertanyaan saya adalah sebagai berikut:

Kapan dimulai penomeran perhentian alinea-alinea (ayat) juga penetapan titik dan tanda baca dalam mushaf? Apakah sejak wahyu turun ataukah produk manusia? Bila produk manusia, maka menyelenggarakan sirkus politik dengan nomer cantik yang dijodoh-jodohkan dengan nomer ayat demi mengunggulkan sebuah kelompok adalah penistaan.

 

Kapan dimulai penomeran perhentian alinea-alinea (ayat) juga penetapan titik dan tanda baca dalam mushaf? Apakah sejak wahyu turun ataukah produk manusia? Bila produk manusia, maka aksi akrobat nomer-nomer di balik nama yang dikaitkan dengan nomer ayat atau surah demi mendiskreditkan yang terbukti terpilih dan mengelu-elukan yang nyata tak terpilih adalah pengibulan.

Rupanya jelang pilpres 2019 semua cara ditempuh untuk mencari suara, termasuk cocokologi dengan nomer urut surah.

loading...