Ada lembaga sektarian anti Syiah berkosmetik kajian "filsafat-filsafatan".

CARILAH FILSAFAT DI “NEGERI AJAM YANG DIMAJUSIKAN”

Takfirisme menggarap semua lapis mulai mahasiswa keranjingan filsafat hingga anak band underground dengan pola yang disesuaikan.

Ada lembaga sektarian anti Syiah berkosmetik kajian “filsafat-filsafatan”.

Lembaga sok LIPI ini berusaha menghambat laju pengaruh Logika Agama ini dengan mengadakan sejumlah aktivitas bernuasa ilmiah seperti bedah buku alias jualan buku berkedok filsafat dan mistisisme seraya menyebarkan hatespeech yang justru memutilasi filsafat.

Filsafat kosmetik ini digarap di negeri jiran dengan kelakar “agamaisasi sains” dalam sebuah institut yang gagal total.

 

Lalu keluarlah PhD-PhD dengan retorika indolish ala kristolog negeri martabak untuk 1 tujuan: menjauhkan fans filsafat dari Syiah.

Karena agenda tunggal gerombolan ini adalah membabat pesona Syiah di ranah filsafat, retorika filsafat abal-abal pun jadi gincu.

Karena asli tak paham filsafat made in Iran (Ibn Sina, Suhrawardi dan Sadra), para pilusup ini bicara Syiah secara kontra filsafat.

Kerap yang disebut studi filsafat Islam hanyalah sejarah aliran dan isu-isu utama atau biografi beberapa filsuf Muslim terkemuka.

Bicara Wahdatul Wujud tapi mendistribusi Tuhan ke dalam 20 fakultas atribut adalah kawin paksa.

Bicara filsafat minus Peripatetik, iluminasionisme dan Transendentalisme seperti bikin Kopi Toraja dengan kencing onta.

Filsafat Islam tumbuh di negeri ajam Syiah adalah takdir sejarah yang tak bisa diubah dengan retorika berbuih “Islamisasi Sains”.