Breaking News

Munajat dan Doa

ISTIGFAR DAN TAUBAT

ISTIGFAR DAN TAUBAT Dari perbincangan dengan Ust. Ibrahim dapat hikmah baru tentang taubat, istighfar dan pengampunan tanpa taubat. Banyak orang mengucapkan kata istighfar. Sedikit orang beristighfar (memohon ampunan). Yang bertaubat lebih sedikit lagi. Dosa bisa terampuni dengan 1) taubat, 2) permohonan ampunan (istighfar), 3) perbuatan baik, 4) doa orang lain. Taubat adalah keputusan hati menghentikan perbuatan negatif yang didasarkan pada …

Read More »

DOA HATI

DOA HATI Bila doanya tak layak dikabulkan, bisa dipahami. Tapi sahutilah rintihan orang-orang yang tezalimi. Hadirkan keajaibanmu dalam diri orang-orang yang terenggut ketenangan, kehormatan dan kebahagaannya. Pulihkan jiwa orang-orang yang dihancurkan tapi tak mengeluh dan tak melawan karena merasa lemah, sendirian, takut atau kalut. Bila permohonan untuk bahagia terkesan berlebihan, jangan biarkan orang-orang yang terlumuri cinta sucinya dengan dusta dan …

Read More »

BERI KAMI KEAJAIBAN RAJAB!

RAJAB

BERI KAMI KEAJAIBAN RAJAB! Ya Allah, Rajab adalah bulanMu. Di bulan inilah Kau menebarkan keajaiban-keajaibanMu. Izinkan aku mengungkapkan isi hati yang telah Kau ketahui, karena Kau senang mendengar panggilan hambaMu. Ya Allah, Kau tahu bahwa jiwa yang rapuh initak kuasa menahan gempuran badai derita yang selalu mengiringi malam dan siang orang-orang yang disayanginya. Apa mesti dilakukan dan dikata? Berikan isyaratMu… …

Read More »

DOA UNTUKMU

emoga rintihan yang kau jadikan satu-satunya cara mengatasi masalah karena doktrin irrasional menjadi pekikan menentang kezaliman. Semoga kamu dibebaskan dari doktrin-doktrin berlabel agama yang membodohkan. Semoga kau tidak meminta bantuan Allah mengatasi masalahmu karena anggapan bahwa Tuhan memang menargetmu secara personal. Semoga kamu berhenti berkhayal bahwa Tuhan adalah comblang untuk urusan perkawinan dan hubungan-hubungan khususmu. Semoga kamu tak berdiam terhadap …

Read More »

Tawassul

Tawassul Wahai jiwa-jiwa suci yang terbang dalam angkasa malakut… Wahai energi-energi abadi yang berenang dalam atmosfir jabarut… Wahai ayat-ayat yang menghiasi dinding-dinding alam lahut… Wahai bukti-bukti yang memadati kisi-kisi lelangit… Wahai shalawat dan tasbih yang menggetarkan dedaunan … Wahai desau angin yang sebarkan rintihan munajat di penghujung asa… Wahai rinai-rinai yang lembabkan pipi pendamba sekerat ijabah… wahai anai-anai yang membakar …

Read More »

Munajat di Penghujung Ramadhan

Tuhanku, Bila saja memperlihatkan derita kepada orang lain diperbolehkan, niscaya aku ganti munajat rintih ini dengan permohonan bantuan dan pertolongan. Tali gelayutanku, Andaikan saja mengundang iba orang lain diizinkan, maka aku isi mulutku dengan tuturan keluh kesah. Kalau saja meminta dukungan kepada orang lain tidak dianggap sebagai sikap yang tak terpuji, tentu aksara-aksara pilu ini tak kan pernah terangkai. Jika …

Read More »

Munajat Ultah Sang Gembel

Ya Allah,  gembel yang lusuh ini berjalan gontai menuju gerbangMu. Ia ingin memasukinya agar desiran angin yang semerbak meranggas menerpa jiwanya, memekarkan kuncup hatinya, memantikkan cahaya dalam kalbunya. Juraganku, belakangan ini lidahku lebih lincah merangkai kata saat menumpahkan sambat di hadapan-Mu. Aku makin cengeng saat bermunajat di hadapanMu. Shalawat senantiasa meluncur dari bibirku. Suaraku parau karena pita di tenggorakanku nyaris …

Read More »

Kelahiran Manusia

Nun jauh di sana, di Roma, tatkala hening meranggas di istana yang megah, dan satwa-satwa malam sedang menyelenggarakan konser rutin di semak-semak kebun yang rimbun dan basah. Tiba-tiba sang kasiar terjaga dengan wajah kutu bersimbah peluh lalu memanggil-manggil juru takwil mimpi yang tak lagi diingat namanya. Dengan tergopoh-gopoh, sang penakwil berlari menghadap juragannya yang terbujur lunglai di atas ranjangnya. “Hai!,” …

Read More »

Rintihan Batin Tuna Wisma di Malam Lebaran

Ya Allah, aku menggigil diterpa angin malam saat jalanan mulai tampak sepi. Sesekali kulihat orang yang senasib denganku, tampak bersandar lunglai di tepi trotoar seberang sana. Separtinya dia bernasib lebih baik dariku karena kulihat kardus alas tidurnya masih lebih utuh dari milikku. Bajunya pun tampak belum seberapa lusuh, utuh tanpa sobekan, beda dengan baju compang-camping yang sudah entah berapa lama …

Read More »

Dalam tawa itu, aku merintih (Mohon Doa 8)

Tuhanku, bila saja memperlihatkan derita kepada orang lain diperbolehkan, niscaya aku ganti munajat rintih ini dengan permohonan bantuan dan pertolongan. Tali gelayutanku, andaikan saja mengundang iba orang lain diizinkan, maka aku isi mulutku dengan tuturan keluh kesah. Kalau saja meminta dukungan kepada orang lain tidak dianggap sebagai sikap yang tak terpuji, tentu aksara-aksara pilu ini tak kan pernah terangkai. Jika …

Read More »