Kritik & Gagasan

Mau Enak, Tak Mau Anak

Seketika mata saya basah. Saat berjalan bersama anak-anak, bocah putri melintas dan lari menangis sambil berteriak-teriak “ibuuuu!”. Tak jelas, apakah ibunya meninggalkannya karena kesal atau karena dia tidak nyaman dititipkan pada orang yang memperlakukannya secara buruk. Saya berusaha mengejarnya. Beberapa temannya juga ikut mengejar. Dia lari cepat tanpa sandal. Saya menyesal tak berhasil meraihnya. Ingin rasanya saya mendekap anak itu …

Read More »

GELAR BISA JADI AIB

Tak perlu pamer LC dari Al-Azhar. Gelar yang tak mencerminkan isi otak justru aib. Menyandang gelar pendidikan, apalagi memamerkannya tapi tak berpandangan logis berarti menyuruh orang lain meragukan gelar itu. Memasang gelar berarti memikul amanat memelihara kemuliaan gelar itu dengan pandangan yang mencerminkannya. Penyandang gelar memperoleh pahala bila menjaganya dengan kerendahan hati dan pengabdian tertinggi. Tak perlu dipamerkan. Gelar itu …

Read More »

CARILAH FILSAFAT DI “NEGERI AJAM YANG DIMAJUSIKAN”

Takfirisme menggarap semua lapis mulai mahasiswa keranjingan filsafat hingga anak band underground dengan pola yang disesuaikan. Ada lembaga sektarian anti Syiah berkosmetik kajian “filsafat-filsafatan”. Lembaga sok LIPI ini berusaha menghambat laju pengaruh Logika Agama ini dengan mengadakan sejumlah aktivitas bernuasa ilmiah seperti bedah buku alias jualan buku berkedok filsafat dan mistisisme seraya menyebarkan hatespeech yang justru memutilasi filsafat. Filsafat kosmetik …

Read More »

TRAGEDI LOGIKA

TRAGEDI LOGIKA Akhirnya kecerdasan tersungkur di depan keindahan. Dominasi ditentukan oleh kerling mata dan gemulai bibir. Gempa di sekitar jantung. Tragedi logika. Akhirnya stoa-stoa itu runtuh. Konsep-konsep dan semua argumen megah itu berguguran berserak bak remah rengginang diterjang badai estetika. Tragedi logika. Logika, etika dan estetika harus berjalan berurutan. Tak perlu ada yang dikalahkan. Kebenaran, kebaikan dan keindahan adalah manifes-manifes …

Read More »

EJAKULASI PANGGUNG

EJAKULASI PANGGUNG Di era lomba terkenal semua modus dan cara ngetop dicoba, termasuk melontarkan ide kriminal pengusiran orang shalat dari masjid. Makhiavelisme (menghalalkan semua cara) dianut oleh yang tak bermalu dan miskin keunggulan orisinal demi mengais ketenaran instan. Sebagian orang menjadi terkenal karena melakukan tindakan yang orang-orang normal tak mau atau malu melakukannya.   Sebagian orang dikenal penceramah kondang karena …

Read More »

PUDARNYA KEPO KEPADA “ITU”

PUDARNYA KEPO KEPADA “ITU” Dahulu aurat wanita sangat dijaga dan tidak ‘go public’ (seperti layaknya perusahaan perbankan dan telekomunikasi), tapi sekarang perlahan-lahan (tapi pasti) celana dalam wanita (CD) yang menjadi benteng terakhir kehormatan wanita, diturunkan derajatnya menjadi asesoris yang ‘mesti dilihat’ oleh siapapun yang punya mata.   Sedemikian ‘lumrahnya’ celana dalam wanita seliweran di halte, mall dan ruang publik lainnya, …

Read More »

“DAKWAH MAKSA”

“DAKWAH MAKSA” Salah satu teks yang dianggap oleh banyak orang sebagai hadis Nabi SAW adalah “Sampaikanlah apapun dariku walau hanya satu ayat. Teks ini bisa dipahami dan diterima secara rasional, dan bisa pula ditafsirkan secara apa adanya. Bila ditafsirkan apa adanya, maka yang terjadi adalah kekacauan karena hilangnya asas kompetensi dan parameter keteladanan. Bila dipahami secara rasional, maka teks itu …

Read More »

NATAL UNIVERSAL

NATAL UNIVERSAL Perayaan Natal setiap tahun mengunjungi kalender kita, bangsa Indonesia. Setiap orang senang, baik karena ia hari besar bagi orang Kristen maupun hari libur tanggal merah bagi non Kristen. Bisakah semua rakyat Indonesia bergembira karena alasan yang sama, yaitu merayakan kelahiran Yesus? Diperlukan sebuah analisis yang ‘rada’ berani sekaligus argumentatif dan, jangan lupa, tidak memasuki area ‘garis kuning’ SARA. …

Read More »

BISNIS “TAS KRESEK”

TAS KRESEK

BISNIS “TAS KRESEK” Sebagian orang mengarahkan keberserahan (yang merupakan inti ajaran Tuhan) itu kepadanya dengan kedok agama. Ajakan menolak akal untuk memahami agama hanya bisa ditafsirkan sebagai modus pembodohan dengan kedok kepatuhan kaffah. Agama yang diceraikan dari akal hanya berisi anjuran kepatuhan formal yang diharapkan bebas dari kritik bahkan dari “mengapa”. Demi mempertahankan privilege, para penikmat kuasa gigih mewartakan agama tanpa …

Read More »

HUMANITAS MELAMPAUI RELIJIUSITAS

HUMANITAS MELAMPAUI RELIJIUSITAS Saya punya teman yang lama menetap untuk studi dan kerja di Jerman. Setelah selesai kuliah dan sukses sebagai profesional, dia sering mendapat tugas dari perusahaannya pergi ke aneka negeri, termasuk Tanah Airnya, Indonesia. Pada suatu hari dia mengajak kopdar. Kami pun berjumpa. Ternyata dia adalah pemuda bersahaja dan humanis. Dia mengajak saya berbincang tentang agama dan kehidupan …

Read More »