loading...

Puisi

NARASI KELAHIRAN INSAN

MUHAMMAD

NARASI KELAHIRAN INSAN Nun jauh di sana, di Roma, tatkala hening meranggas di istana yg megah, dan satwa-satwa malam sedang menyelenggarakan konser rutin di semak-semak kebun yang rimbun dan basah, tiba-tiba sang kasiar terjaga dengan wajah kutu bersimbah peluh lalu memanggil-manggil juru takwil mimpi yang tak lagi diingat namanya. Dengan tergopoh-gopoh, sang penakwil berlari menghadap juragannya yang terbujur lunglai di …

Read More »

RASIO VS RASA

RASIO VS RASA   Kadang keputusan nalar menganiaya rasa. Nalar tak berperasaan. Perasaan tak bernalar. Kadang menolak keputusan rasa berarti memenjarakan diri dalam terali bayang-bayang. Nalar mengukur segala sesuatu dengan norma. Hati mengukur segala sesuatu dengan cinta. Nalar menangkap norma melalui konsepsi. Hati menangkap rasa melalui vibrasi.

Read More »

JELATA

JELATA Riuh di sana… Lirih disini, dalam lipatan memori bertajuk “andai…” Seringai di sana. Derai di sini, dalam semilir himne tentang “apa mesti dikata?”… Tegar di sana… Nanar di sini, dalam gemeretak rahang beradu menghitung pendulum waktu. Cerah di sana. Lebam di sini, dalam bilur sukma tercabik… Rancak di sana. Acak di sini, dalam buhulan rasa terkoyak belati dusta… Merdu …

Read More »

RAJAWALI

RAJAWALI Rajawali pergi, langit tanpa selaksa Rajawali pergi, kata tanpa makna Rajawali pergi, hidup tanpa nyawa Rajawali pergi, raga tanpa jiwa Sorotnya nyalakan asa Teriakannya kobarkan mawa Puisinya terjang metakata Maknanya telanjangi metafora Pedangnya runtuhkan angkara Rajawali punya cinta punya lara punya duka sebatang kara juga punya bangga Terbanglah… Rajawali Ali

Read More »

JELAGA

Menghitung mundur angka menuju sepi… Memandang daur usia menukik menuju tepi.. Melepas asa meranggas luruh dalam mimpi… Menatap hidup bagai jelaga lebur dilahap api… Dia pergi… Mereka menangisinya meratapi… Jangan manangis. Langit melakukannya untukmu. Jangan bersedih. Yang memperhatikanmu merasakannya. Jangan mendesis. Yang merasakan sedihmu mengelusmu dengan doa. Mmenghibur diri … Mencoba merawat sisa asa… Meraba mencari penawar nyeri…

Read More »

TAMAN TANPA BUNGA

jerit tanpa suara perih tanpa luka darah tanpa rona panas tanpa mawa tangis tanpa derai mata raja tanpa mahkota sabungkan nyawa di taman tanpa bunga tulip-tulip merah jiwa-jiwa rebah kalbu-kalbu pasrah sayap-sayap patah bayang-bayang berjubah menghadang panah di taman tanpa bunga putra-putri surya merajut sahara merapat di dermaga membangun tenda menyelam di telaga melepas dahaga di taman tanpa bunga musim …

Read More »