loading...

Umum

“GAGAL PAHAM” KATANYA

GAGAL PAHAM

Pelontar “kitab suci itu fiksi” lolos dari situasi sulit dan berhasil mengatasi aneka pertanyaan kritis sejumlah tokoh yang dihadirkan dalam sebuah acara talk show oleh sebuah stasiun televisi swasta. Lagi-lagi publik disiguhi akrobat kata dan permainan bahasa dengan aneka modus berkelit termasuk “memberaki” pemirsa dengan definisi comotan dan analogi amburadul. Beberapa kali tepuk tangan yang membahana mengurangi tensi dan memberikan …

Read More »

TUHAN YANG PEMAAF

Anda seperti saya yang mungkin sangat rajin memproduksi kesalahan, adalah manusia biasa. Kesalahan adalah kemestian. Justru aneh bila tak melakukan kesalahan. Agama dihadirkan untuk memperbaiki kesalahan. Secara sosial, anda bisa dianggap menempati posisi khusus karena kebesaran nama ayah anda yang tak tergantikan oleh siapapun di Tanah Air ini. Mungkin karena beban historis itu, anda terdorong untuk menyadarkan kita tentang mulianya …

Read More »

REZEKI KUANTITATIF DAN REZEKI KUALITATIF

REZEKI KUANTITATIF DAN REZEKI KUALITATIF

Kebanyakan orang membatasi makna rezeki hanya pada yang bersifat kuantitatif, bahkan saat berdoa pun yang diminta adalah rezeki kuantitatif. Pandangan dunia materialisme mendorong seseorang memaknai rezeki sebagai capaian material (kuantitatif) semata. Pandangan dunia spiritualisme dan ketuhanan mendorong seseorang memahami rezeki dalam dimensi kualitatif dan kuantitatif. Rezeki kuantitatif sudah ditentukan untuk setiap makhluk. Rezeki kualitatif diminta dengan kebaikan vertikal dan horisontal. …

Read More »

MENYOAL KEBEBASAN

MENYOAL KEBEBASAN

Manusia pastilah terbatas secara epistemologis, ontologis, teologis, aksiologis, kosmologis dan antropologis. Kebebasan manusia tidaklah sejati, karena kebebasan sejati menafikan kemakhlukan dan kehambaannya. Karena eksistensinya terbatas, manusia secara ontologis tak bebas sejati. Karena diciptakan, manusia secara teologis tak bebas sejati. Karena tunduk kepada hukum kausalitas, manusia secara kosmologis tak bebas sejati. Karena dimensi materialnya tunduk kepada hukum gerak dan reproduksi, manusia …

Read More »

TEOLOGI “DUSTA” MACHIAVELLI

Produsen dan distributor dusta dengan dalih bela agama adalah penista agama. Teologi ala Machiavelli menetapkan perbuatan keji dan dusta demi membela keyakinan terhadap yang tak sekeyakinan sebagai ibadah. Teologi rasa Machiavelli menetapkan bahwa semua perbuatan keji dan dusta demi membela keyakinan dan terhadap yang tak sekeyakinan adalah ibadah. Menurut Teologi rasa Machiavelli, aksi baik adalah perbuatan apapun yang dilakukan oleh …

Read More »

MENCARI MURSYID TARIQAT

Di cafe yang didirikan oleh komunitas pelestari lingkungan saya disapa oleh Irfan, pemuda yang menjadi barista atau peracik kopi di situ. Rupanya Iim, yang mengajaku ke cafe ini membisikinya dengan info tentang saya. Entah hoax apa yang diterimanya. Singkat cerita. Pemuda itu memperkenalkan diri dan berbicara sekilas tentang kelana pemikirannya, termasuk mengaku sebagai mantan pengikut sebuah tariqah atau tarekat di …

Read More »