Umum

BUSANA DAN ATRIBUT ULAMA DALAM TRADISI SYIAH

Semua penuntut dan abdi ilmu-ilmu agama di hawzah-hawzah, terutama fikih dan ushul fikih diharuskan mengenakan pakaian keulamaan dengan kombinasi yang nyaris sama, yaitu serban, meski kadang berbeda ukuran dan pola lilitan; kemeja putih tanpa kerah yang mirip dengan baju koko; qaba’, yaitu pakaian panjang yang mirip gamis, yang umumnya berwarna tidak gelap dan tidak terang. Ia menutupi kemeja putih kecuali …

Read More »

SELF CONTROL

Jalan berliku dibuat agar pelintas selalu waspada. Saat di bawah lihatlah atas agar optimis. Saat di atas lihat bawah agar waspada. Saat gembira ingatlah sebelumnya agar tak jumawa. Saat sedih ingatlah sesudahnya supaya tak nelangsa. Saat berkumpul ingatlah saat sendirian agar tak merasa terkuat. Saat sendirian ingatlah saat berkumpul agar tak merasa terlemah. Saat sulit, ingatlah saat mudah agar menemukan …

Read More »

AGAMA TEGANG

Apa enaknya beragama dengan wajah murung, kompros, tegang dan pengkafiran tanpa wajah ceria, nyantai, ramah, bersih dan toleransi…! Di tengah publik yang menikmati karunia heterogenitas, jelata-jelata homominded tampil dengan ketegangan multidimensional. Zizik! Tahlil berarti mengucapkan La ilaha illallah. Yang bilang Nabi tak mengajarkannya bukan goblok tapi longor! Mau “begitu” saja dianjurkan baca basmalah sebelumnya. Gerombolan ini malah melarang baca basmalah …

Read More »

DIMENSI-DIMENSI HORMAT

Hormat dalam bahasa Indonesia adalah serapan alhurmah yang berarti kesakralan dan kemuliaan. Menghormati seseorang berarti memperlakukannya sesuai kadarnya (kebaikan)nya. Menghormat bukan hanya layak dilakukan oleh orang yang merasa berada di bawah. Yang diposisikan di atas atau yang merasa levelnya lebih tinggi dalam aspek apapun patut menghormati yang berada di bawah. Ekspresi penghormatan dan tekniknya tak harus sama, bahkan harus sesuai …

Read More »

CINTA ADALAH DERITA

Yang mencintaimu adalah yang berjuang senyum depanmu seraya mengubur rasanya karena berharap kau peka menangkap geletar sukmanya. Yang mencintaimu adalah bayangmu saat terbujur dan terpuruk. Saat pulih dia melenggang karena kau tak juga menangkap binar matanya. Yang mencintaimu adalah yang menghampirimu saat kesepian rindukan yang jauh, lalu menghilang karena sadar dia hanya pengisi sepimu. Yang mencintaimu adalah yang tak pernah …

Read More »

Mujtahid, Marja’, Rahbar dan Wali Faqih

Kadang karena ketidakjelasan maksud dan arti sebuah kata, kesimpulan yang diperoleh bisa sangat melenceng. kadang Tema-tema ‘ikutan’ dalam konsep WF sering kali menimbulkan pertanyaan bahkan preadugan negatif, antara tentang kedudukan marja’iyah dan mujtahid, dan tentang jangkauan kewenangan itu di luar batas geografis sebuah masyarakat yang secara struktural berada di dalam sistem Wilayah Faqih, tentang pola hubungannya yang bersifat struktural institusional …

Read More »