Chat

CChat adalah fitur ngobrol virtual yang punya banyak manfaat. Tapi chat juga dapat menjadi sarana kejahatan.
Kejahatan hampir selalu dikemas dengan kamuflase kebaikan, kesantunan dan keakraban.
Berikut modus-modus yang kerap memakan banyak korban yang sebagian besar adalah orang-orang baik, polos dan mengutamakan prasangka baik tanpa kewaspadaan:

  1. Menebak calon mangsa “Anda sedang bermasalah” atau umpan2 senada kadang jadi modus rayuan dan muslihat hipnosis. Bila target terkesan dan mengagumi kemampuan supranatural abal-abal pelaku, (karena tak ada orang tak punya masalah), dia akan dimangsa.
  2. Menyapa di chat sosmed kadang jadi modus rayuan dan muslihat hipnosis. Bila saran “clear chat” diterima (meski konten biasa-biasa), dia tanpa sadar sudah mengkonfirmasi untuk berbagi rahasia. Selanjutmya mangsa akan tersandera dalam rahasia kehormatannya.
  3. Melontarkan canda sopan kadang jadi modus rayuan dan muslihat hipnosis. Bila disambut dengan canda sopan juga, umpan berikutnya adalah canda intim. Selanjutnya korban merasa menemukan “teman imaginal” yang supel dan spesial.
  4. Memancing respon dengan ucapan jorok kadang jadi modus rayuan dan muslihat hipnosis. Bila tidak langsung dihardik, pengucap merasa mendapatkan “lampu hijau” dan korban akan dijerumuskan dalam arena fantasi kotor.
  5. Menyampaikan curhat dengan ekspresi memelas atau galau kadang jadi modus rayuan dan muslhat hipnosis dengan tujuan memancing curhat balik dan mengais “rahasia pribadi” lalu mencengkramnya dalam kendali bawah sadar.
  6. Menyuplai dan share tulisan atau meme bernuansa agama juga tips hidup bijak kadang jadi modus rayuan dan muslihat hipnosis. Bila direspon dengan antusias dan dianggap relijius dan calon mangsa merasa “aman”, pelaku mengintensifkan aksi nistanya dan selanjutnya korban mewakafkan dirinya “murid istimewa” ajaran-ajaran palsunya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed