Children of Heaven: Perintis Film ‘Wajar’

Film Children of Heaven (CoH) adalah film produksi 1997, jadi kita tertinggal tiga tahun untuk menyaksikan film ini. Untunglah jalan ceritanya timeless, dan kita tidakterganggu karena ketertinggalan itu. Film berdurasi 88 menit ini meraih penghargaan pada Montreal World Film Festival, Newport International Film Festival, dan Silver Screen Awards di Singapore International Film Festival. Film ini menjadi nominatar Film Asing terbaik Academy Award. Sayang sekali, piala Oscar itu jatuh ke tangan film Italia, Life Is Beautiful karya Roberto Benigni

Film Majidi lainnya, Color of Paradise juga mengikuti jejak sukses CoH. Kedua film ini, dan film Iran pada umumnya, biasanya sukses menghadirkan kemiskinan tanpa kemuraman, dan membicarakan kesedihan tanpa mengekspos kecengengan. Satu lagi, dunia anak-anak nyaris menjadi fokus utamanya. Menurut hemat saya, film-film semacam ini, yang universal dan tidak menggurui, adalah contoh film dakwah yang baik dan bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Tahun 1995, White Ballons, yang menjadi inspirasi CoH, karya Jafar Panahi meraih Prix de la Camera d’Or. Film Abbas Kharoustami produksi 1997, A Taste of Cherry, meraih Golden Palm di piala Cannes. Film Kharoustami lainnya, Wind Will Carry Us diputar di 35th Karlovy Vary International Film Festival. Kharoustami sendiri ditunjuk menjadi ketua juri dalam festival ini. Kiarostami juga meraih Akira Kurosawa Award di San Fransisco untuk Pengabdian Seumur Hidup di bidang penyutradaraan.

Gabbeh, karya Mohsen Makhmalbaf tahun 1996, dipuji banyak kritikus di Cannes da New York Film Festival. Anaknya, Samira Makhmalbaf, mengukir rekor dunia dengan menjadi peserta piala Cannes termuda, di usia 20 tahun. Samira bahkan turut mengisi seminar tentang film bersama Kharoustami. Sebelum film “Blackboard” yang menjadi nominasi tahun ini, Film Samira The Apple yang dibuat ketika berusia 17 tahun, pernah diputar di Cannes Festival.

Ibu tirinya seakan tak mau kalah. Two Woman karyaTahmenih Milani diputar di New York. Sementara karyanya yang lain, The Day I Became a Woman meraih 3 penghargaan pada Festival Film Internasional Venice tahun ini. Sementara karya Jafar Panahi, The Circle meraih 6 penghargaan pada festival yang sama. Samira, dalam usia 20 tahun, diangkat menjadi juri dalam kompetisi ini.

Bukan hanya itu. Di Amerika digelar Vancouver Iranian Film & Video Festival di New York, Seattle, San Fransisco, Toronto, Houston, dan Los Angeles. Bahkan di Institut Film Australia, ada pengkajian khusus film-film Iran.

Siapa sangka, di balik citra ketat dan kerasnya hukum Islam di Iran, film-film Iran tampil mendunia. Film-filmnya bermutu dan bermain dengan simbol-simbol, terasa cerdas dan jauh dari arah propaganda yang sarat dengan misi-misi revolusi. Tidak hanya filmnya yang digemari dan banyak mendapat penghargaan. Di AS dan Canada tahun 1999 dan 2000, telah digelar Vancouver Iranian Film & Video Festival. Berlangsung mulai dari New York, Seattle, San Fransisco, Toronto, Houston, dan Los Angeles. (dikutip buku LAYAR PERSIA, karya Ekky Emanjaya, terbitan CITRA, 2007)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

25 comments

  1. emang film2 iran khususnya yg ikut2 festival itu banyak menyentuh sisi humanisme dan cerdas, saya jg menonton flm lainnya entah iran atau afgan judlnya turtles can fly.. bagus jg.
    so , ada yg tau dapetin flm2 festival terutama flm iran dimana ya ?
    saya liat di Blitz ada tp msh terbatas…

  2. Assalamualaikum wr.wb.
    Children of Heaven dengan thema yang universal, inspiratif dan tidak menggurui, layak ditonton untuk para orang tua. Banyak yang bisa kita ambil dari film karya Majid Majidi tersebut. Hal

  3. inilah kenapa penerbit pustaka iiman menerbitkan novel yang diadaptasi dari film ini, tentu saja dengan kondisi Indonesia. Novel ini dalam waktu dekat sudah bisa diperoleh di toko-toko buku gramedia dll atau kontak 021.754.6162

  4. Novel Children of Heaven akan terbit pertengah agustus 2008. Penerbitnya Pustaka Iiman, info lebih lanjut 021.7546162.
    Ini saya sertakan sinopsisnya ya.

    Children of Heaven

    Sebuah Novel yang Menyentuh Nurani
    tentang kasih sayang, kejujuran dan kegigihan hidup

    Tangis dan kekesalan Zahra pada Ali, tak mampu mengembalikan sepatunya yang hilang. Meminta sepatu baru, mustahil dilakukan. Ali tak ingin membebani pikiran ayahnya dengan kesulitan baru. Maka, hilangnya sepatu Zahra sengaja ditutup-tutupi dan menjadi rahasia mereka berdua. Begitu pun saat harus bergantian sepatu, keduanya tetap bungkam.
    Bergantian memakai satu sepatu, bukan tanpa resiko. Ketika sepatunya kehujanan, dengan berlinang air mata, Zahra tetap memakainya. Ali pun jadi kerap kesiangan. Satu dua kali, bisa menerobos masuk. Lama kelamaan ketahuan juga. Saat diancam tidak boleh masuk kelas sebelum bisa menjelaskan kenapa selalu kesiangan, Ali tetap bungkam. Lebih baik makan tanah daripada harus berkeluh kesah, begitu ia selalu dididik ayahnya.
    Ketika Ali bisa sabar, tidak demikian dengan Zahra. Anak cantik ini selalu merengek minta sepatunya yang hilang dikembalikan. Inilah yang membuat Ali sedih sekaligus bingung. Harapan muncul ketika ada lomba maraton tingkat sekolah dasar dengan hadiah ketiga : Sepatu Baru ! Amboi, angan Ali melambung. Dengan hadiah itu, ia bisa menebus rasa bersalahnya dan tak perlu bingung bagaimana mengganti sepatu Zahra. Ketika menjelang masuk finish, Ali berada di urutan paling depan. Demi meraih hadiah ketiga, justru anak kurus ini memperlambat larinya. Barulah setelah terjatuh dan disusul anak lain, sekuat tenaga ia berlari dan berhasil meraih juara pertama. Gembirakah Ali ? Tidak. Ia malah menangis dan menyesal karena gagal mempersembahkan sepatu baru buat Zahra.
    Kisah yang sangat menyentuh, penuh teladan dan pelajaran tentang Ali dan Zahra. Di tengah kemiskinan yang mendera, kasih sayang begitu mengkristal. Di tengah keterbatasan dana, prestasi tetap digenggam. Diantara kepapaan : keduanya punya semangat menyayangi sesama, sesuatu yang mulai langka ada di tengah kita.

  5. assalamualaikum…….nie film nyentuh ati bgt. inspirasinya keren euy!!!!!!! film yg menggambarkan sosok islam yg sebenarnya. pokok’e uapik tenannn……..thx…wassalamualaikum

  6. saya kesulitan menapatkan dvd atau vcd CHILDREN OF HEAVEN, saya sangat butuh untuk saya puter di Pondok Abil Hasan, satu satunya pondok yang menjadi korban lumpur lapindo sidoarjo, kami terpaksa mengungsi karena ponok kami tenggelam, kami perlu film itu untuk memberi motivasi kepada adik2 santri agar tetap semangat belajar di tempat pengungsian…..terimakasih atas perhatiannya.

    jika ada yang berminat menjual
    mohon menghubungi saya
    DIDIK MADANI
    08121788999

  7. kalo ada yg punya tlg di copyin dong…
    n tlg dikirim ke smpn 3 kediri, jl.joyoboyo no.84 kediri…
    atas nama ica… kls 9D…
    thanks kyuuuwh…

  8. Very good. ana cuma mau minta saran kalau bisa ditampilkan filmnya dalam bentuk youtube atau apapun agar bisa diakses oleh masyrakat. film seperti ini sangat mendidik. so, jadikan ini sebagai lahan dakwah for masyarakat.

  9. saya pernah menonton film ini di televisi

    sunnguh
    sangat bagus dan mengharukan , ingin kembali aku menonton film ini , lagi
    dan lagi…

    pe4nuh intrik kisah pengorbanan , kasih sayang , dSB

    INGIN Menonton film ini lagi

News Feed