Skip to main content

noam_chomsky.jpg
Cendikiawan terkemuka AS, Noam Chomsky, menuding Barat sebagai pendukung Demokrasi distorsif.

Koran Kayhan terbitan Iran (24 January 2008) menulis, Chomsky menilai kemenangan Hamas pada pemilu yang berlangsung secara demokratik membuat Palestina menjadi sasaran peningkatan represi Barat.

Menurutnya, hal itu disebabkan karena Barat menganur demokrasi distorsif. Secara tegas Chomsky menilai Barat telah menistakan demokrasi dan mereka hanya akan mendukung demokrasi yang telah menyimpang. Buktinya jika proses demokrasi berjalan secara proporsional, AS, Uni Eropa, dan Israel, akan menindak setiap pihak yang tidak menuruti tuntutan mereka.

Terkait penghentian aksi butal Rezim Zionis Israel terhadap warga Palestina, dalam hal ini Chomsky menekankan upaya negara-negara Islam. Ditanya soal Konferensi Annapolis, Chomsky berpendapat, “Annapolis adalah pertunjukan komedi yang tidak begitu lucu dan konferensi tersebut sama sekali tidak menyelesaikan krisis Israel-Palestina”. (Sumber: irib)