CITRA METAFORA

Kadang memori seolah berontak tak tunduk kepada kehendak diri. Ia menggedor dinding kesadaran, melesat menembus kisi-kisi sejarah.
Kadang masa lalu tertayang di layar benak menghadirkan fragmen kebersamaan, meremas sukma yang tersandera dalam kesendirian.
Kadang suka dan duka kehilangan warna, lebur membentuk sebuah rasa misterius menyiratkan nada aneh antara sabana dan laguna hidup.
Kadang arah tak lagi penting bagi darwisy pencari pijar cinta di angkasa, mengikuti ayunan langkah gontai hingga akhir asa.
Kadang sapaan terdengar lamat dan lambaian terlihat kabur kerontang, mengusung keranda diri di tengah altar kesunyian tak bertepi.
Apapun yang terdengar, terlihat, terhirup dan terasa hanyalah citra-citra berangkai dalam alur metafora.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed