Dahsyat! Dukung Morales, Chavez Usir Dubes Amerika

Presiden Venezuela Hugo Chavez, Kamis (12/9), memerintahkan duta besar Amerika Serikat, Patrick Duddy, untuk meninggalkan negaranya dalam tempo 72 jam. Hal ini sebagai tindakan solidaritas dengan Bolivia yang juga mengusir dutabesar AS.

“Mulai pada saat ini dutabesar Yankee di Caracas mempunyai 72 jam untuk meninggalkan Venezuela,” kata Chavez dalam acara umum, menunjuk dutabesar AS Patrick Duddy.

Dia mengatakan, pihaknya menyatakan solidaritas dengan Bolivia, yang pada Rabu (11/9) memerintahkan dutabesar AS di La Paz meninggalkan negara itu.

Washington Kamis balik mengusir dutabesar Bolivia untuk AS. Chavez kemudian menggunakan kata-kata kasar meremehkan AS.

 

Beberapa hari lalu Chavez sempat mengancam akan mengusir dubes AS dari Caracas bila terus mencampuri urusan dalam negerinya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 comments

  1. Wah..ini berita dahsyat! Benar2 dahsyat! Semoga makin banyak negara yang sadar akan makna kemerdekaan sejati! Indonesia Raya? He..he..he..selama Presidennya masih pendukung AS susah kale ya?

  2. Kapan …Indonesia beraniiiiiiiii yaaaa? matahari numbuh 2 bijiiiiiiiikkkk , atau ana mau mbrangkang jalan keliling HI kalo benar ???? kakakakaka

  3. Bersatulah kaum tertindas dunia: Iran, Amerika Latin, dll. Dan kapankah Indonesia?? Para murid dan pengikut Imam Khomeini mungkin perlu bersinergi dengan para aktivis “Pergerakan kiri” di Indonesia, untuk bersatu melawan kekuatan neoliberalisme-neoimperialisme Amerika dan sekutu-sekutunya.

  4. salam..
    ini menjadi indikasi bahwa imam mahdi afs memulai menempatkan wakilnya di amerika selatan..assalamualaika ya baqiyatullahi fil ardhih..

  5. Salut bung!

    Tidak lama setelah Evo Morales datang ke Iran, Presiden Bolivia ini langsung mengusir Dubes AS. Rupanya, Bolivia ingin mengikuti jejak Iran yang mengusir dubesnya dan menduduki kedutaan besar AS di awal revolusi Islam di negeri ini. Inilah revolusi seutuhnya!

News Feed