DAMASKUS JADI QUDS…

Saudi dan rezim-rezim Arab hipokrit sekutunya telah mengalihkan dan memindahkan kebencian terhadap Israel kepada Suriah, satu-satunya rezim Arab yang mensupport faksi-faksi militer Palestina. Akibatnya isu Quds diabaikan dan Masjid Aqsha dibiarkan.

Dengan support dana tak berhingga, berjuta orang Muslim yang terhipnotis utopia sorga hand made Saudisis dan ribuan manusia ‘koplak’ rela meninggalkan negerinya demi berjihad bukan di Palestina tapi Suriah. Dalam beberapa tahun ini, Damaskus jadi Tel Aviv dan Bashar jadi Netanyahu di benak orang-orang yang menganggap Saudi sebagai representasi Islam.

Aneka senjata dibeli untuk menggempur Pemerintahan Bashar Assad dan menghancurkan setengah dari infrastruktur negeri klasik itu. Sementara tak satupun peluru ditembakkan ke Tel Aviv.

Aksi-aksi represif dan brutal terhadap warga sekitar Masjid Aqsha dan para pelaku shalat tidak lain adalah hasil karya tak langsung Saudi yang membantai ribuan balita Yaman.

Secara umum pelaku kejahatan terselubung terhadap rakyat Palestina adalah tiran sok relijius yang menjajah Mekah, menodai Ka’bah dan menjadikan Masjid Haram sebagai kedok ambisi joroknya mengankangi umat Islam.

Kejahatan aparat militer Israel di Masjid Aqsa harus dikecam dan para demonstran harus didukung. Tapi kita juga tidak boleh lalai bahwa tindakan Saudi dan rezim-rezim ilegal di Teluk yang melatih dan mendanai serta mempersenjatai para mujahitin di Suriah dan Irak telah membuat rezim rasis perampok Palestina itu leluasa melakukan genosida atas warga Quds.

News Feed