Skip to main content

abu-dahim-martyr.jpg

Situs channel telivis pro Arab moderat, Aljazeera, melaporkan sebuah berita yang mencengangkan, bahwa Pemerintah Yordania melarang pelaksanan acara belangsungkawa di rumah duka Ala’ Hisayam Abu Dahim, penembak sekolah Yahudi, yang ternyata pusat pelatihan calon prajurit zionis itu. Tidak hanya itu, rezim Raja Abdullah melarang warga untuk menghadiri upacara pemakamannya. Aljazeera  mengutip  instruksi  pelarangan ini  dari paman  Abu Dahim. 

Pada saat bersamaa, raja Abdullah mengatakan, terhentiya perundingan antara Palestina yang diwakili Fatah dan Isarel akan memperkuat pengaruh Iran di Palestina.

Sebagaimana diketahui, Republik Islam Iran adalah negara satu-satunya yang mendukung Pemerintahan Hamas secara finansial dan politik.

Yang menarik, situs resmi aljazeera memperlihatkan hasil jajak pendapat yang bertajuk ‘Apa yang terbaik bagi rakyat Palestina?” antara 1) Perundingan tanpa perlawanan; 2) perlawanan tanpa perundingan; 3) Perundingan dan Perlawanan. Mayoritas warga Gaza memilih opsi kedua, sedangkan opsi pertama hanya memperoleh 4.1%. (www.aljazeera.net)