Dicap Anti-Yahudi, Ahmadinejad Temui Yahudi

Setelah dituduh mengeluarkan pernyataan anti-Semitis di PBB, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad bertemu dengan kelompok terpinggirkan ultra-religius Yahudi yang berusaha membubarkan negara Israel.

“Zionisme telah sangat lemah dan dengan kehendak Tuhan mereka akan hancur segera dan kemudian semua orang Yahudi, Muslim, dan Kristen dapat hidup berdampingan secara damai,” kata Ahmadinejad di hadapan belasan rabi dari Neturei Karta International, Rabu (24/9) atau Kamis WIB.

Seperti dilansir Reuters, kelompok tersebut adalah organisasi kecil anti-Zionis. Mereka menyatakan organisasi itu berpegang teguh pada Taurat, kitab suci umat Yahudi, yang dikatakannya melarang berdirinya negara Yahudi sebelum kedatangan Imam Mahdi. Kelompok tersebut mendukung kedaulatan rakyat Palestina atas Tanah Suci dan ganti rugi finansial atas kerugian pada masa lalu.

Pendapat itu tentu berlawanan dengan sebagian besar orang-orang Yahudi yang mengutuk pidato Ahmadinejad dalam sidang Majelis Umum PBB di New York, Selasa (23/9). Ahmadinejad mencerca para Zionis dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum. Ia mengungkapkan, Zionis memengaruhi lembaga keuangan internasional. Ahmadinejad menuduh ada persekongkolan Yahudi dunia atas semua masalah di dunia.

Pada pertemuan Rabu dengan kelompok itu, yang juga memiliki nama bahasa Inggris “Jews United Against Zionism”, Ahmadinejad mengatakan Zionisme adalah suatu gerakan politik yang mencari harta dan kekuasaan dan merusak Bumi. Belasan rabi yang memakai jubah hitam Yahudi ultra-Ortodok duduk di sekeliling meja bersama Ahmadinejad dan rombongannya dan berfoto bersama setelah pertemuan di sebuah hotel di Manhattan.

“Bahwa kami memiliki kehormatan dan hak istimewa untuk bertemu dengan orang terhormat yang mengerti perbedaan antara Zionisme dan Yudaisme bagi kami adalah suatu kesempatan yang sangat menyenangkan,” kata rabi senior kelompok tersebut, Moshe Ber Beck, kepada Ahmadinejad.

Ahmadinejad mengatakan, Israel mesti dihapuskan dari peta dunia. Ia menuding Holocaust sebagai mitos dan pemerintahnya menyelenggarakan konferensi pada 2006 guna mempertanyakan fakta bahwa kaum Nazi menggunakan kamar gas untuk membunuh 6 juta orang Yahudi dalam Perang Dunia II.

Rabi Yistoel Dovid Weiss, juru bicara kelompok tersebut, mengatakan, Ahmadinejad bukan musuh rakyat Yahudi. Ia mengatakan, ribuan orang Yahudi tinggal di Iran tanpa gangguan dan Presiden Iran, itu bukan pembantah Holocaust. Ahmadinejad menilai Perang Dunia II secara umum sebagai “salah satu tindakan yang paling menjijikan” dalam sejarah. “Sejumlah kejahatan terjadi terhadap siapa saja,” kata Weiss, melalui penerjemah.

Ahmadinejad mengakhiri pertemuan tersebut dengan berdoa bersama para rabi, dan mengatakan, “Tuhan, tolong gagalkan propaganda yang dilancarkan oleh kaum Zionis, dan biarkan mereka kehilangan harapan, dan berikan kemenangan untuk orang-orang yang patut menerimanya.” (kompas)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 comments

  1. Dahsyatttttttt , Bihaqqi Muhammad wa’alih , Sesungguhnya Rosululloh SAWW dulu sebelum wafat, masih ada Umat Yahudi , Munafikin dan Nasrani di tengah-tengah Umat Islam . Mereka di biarkan hidup , sebab masih ada kemungkinan akan berthobat dan berwilayah , jika tidak saat itu ,mungkin anak-anak mereka , mungkin cucu-cucu dan cicit mereka . Begitu Hanif Islam yang di bawa Rosululloh SAWW, mau menerima perbedaan tetapi tetap konsisten terhadap yang Haq dan yang Bathil.
    Saat ini Presiden Ahmad dinejad telah mensuritauladani Rosululloh SAWW dan para A’imah AS , berani dan menyuarakan yang Haq di tengah ke Bathilan dunia .Sholawattttttttttt

News Feed