Skip to main content

Dinilai Diskriminatif, Pemerintah Korsel Didemo Para Pemijat Tunanetra

By September 20, 2008No Comments

Polisi Korsel menangkap 26 tukang pijat tunanetra yang mengancam melompat dari jembatan untuk memprotes keputusan pemerintah yang akan mematikan mata pencaharian mereka. Seorang pemijat terjun ke Sungai Han untuk menghindari kejaran petugas saat polisi antihuru-hara berusaha menangkap demonstran lainnya.

Kantor berita Yonhap, Jumat (19/9) melaporkan, seorang demonstran membakar sebuah mobil dan dua lainnya terjun dari jembatan, terjatuh ke Sungai Han. Tidak ada korban luka dalam insiden itu.

Menteri Kesehatan Korsel baru-baru ini memutuskan untuk menerbitkan izin usaha bagi pemijat bukan tunanetra. Sejak 1963, undang-undang di Korsel hanya mengizinkan penderita tunanetra menekuni profesi ini. Para demonstran mengatakan kebijakan ini akan mengancam pekerjaan mereka.

Sebanyak 15.000 izin pijat dikeluarkan pemerintah. Sedangkan penderita tunanetra di Negeri Ginseng itu mencapai 215.000. “Pijat kesehatan adalah satu-satunya profesi yang terbuka bagi orang-orang buta. Keputusan menteri itu mengancam hak kami untuk hidup,” kata Shim Wook-seop, salah seorang demonstran. (kompas)