DISAYANG SEBAGAI PUTERI, DIHORMATI SEBAGAI IBU

Fatimah Zahra adalah potret sempurna wanita yang memiliki dua kategori kemuliaan. Salah satunya adalah anugerah sebagai puteri nabi termulia.

Kemuliaan Fatimah sebagai puteri nabi termulia adalah anugerah, dan penyebab kemuliaan itu adalah ayahnya SAW. Karena itu anugerah hubungan kekeluargaan adalah kemuliaan aksidental.

Kendati merupakan anugerah, hubungan biologis sebagai puteri nabi menjadi prestasi karena dia merawat dan mensyukurinya dengan menggandakan tanggungjawab pengamalan ajaran ayahnya.

Kemuliaan kedua adalah posisinya sebagai teladan sempurna bagi wanita semesta sebagai hasil jerih payah dan ketakwaannya yang optimal. Inilah kemuliaan esensial yang merupakan semata-mata prestasi.

Atas dasar kemuliaan anugerah sebagai puteri nabi termulia, Fatimah disayang oleh ayahnya. Atas dasar kemuliaan sebagai manusia suci yang telah melaksanakan tugas mulia sebagai teladan abadi kaum wanita sepanjang masa dengan segala deritanya, Fatimah dihormati oleh ayahnya. “Fatimah adalah ibu bagi ayahnya.” (Maqatil Ath-Thalibiyyin hlm.29).

Dari uraian di atas, dapat disarikan beberapa kesimpulan sebagai berikut :

  1. Hubungan darah dengan Nabi SAW adalah anugerah, bukan prestasi.
  2. Hubungan darah dengan Nabi SAW adalah anugerah yang merupakan kemuliaan aksidental karena Nabi termulia, bukan prestasi.
  3.  Meskipun hubungan darah dengan Nabi SAW adalah anugerah, bukan prestasi, tapi menjaga dan mengharumkannya dengan kebaikan dan ketakwaan adalah prestasi.
  4. Pandangan yang benar dan perilaku yang baik adalah prestasi yang bisa dicapai oleh siapapun sesuai kadar usahanya.
  5.  Kita wajib menghormati dan memuliakan Fatimah karena kemuliaan aksidentalnya sebagai puteri Nabi dan kita mengagungkannya karena kemuliaan esensialnya sebagai teladan suci seluruh wanita.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed