Masya Allah!!!Simpatisan PKS Tertangkap di Panti Pijat

Anggota Fraksi PKS di DPRD Kota Jambi, Zulhamli Al Hamidi, dikabarkan tertangkap basah di salah satu panti pijat di Jambi. Namun PKS membantahnya. ‘Oknum’ yang tertangkap sedang berbuat maksiat itu bukan anggota DPW PKS, melainkan simpatisan partai.

“Saya sudah cek ke Korwil Sumatera bagian Selatan (Jambi). Ketua Satuan Polisi (Satpol) Pamong Paraja (PP)-nya mengatakan itu bukan operasi pekat. Tapi pembinaan kepada panti pijat yang memang legal terdaftar di Pemda (Pemkot Jambi),” jelas Ketua Badan Hubungan Masyarakat DPP PKS, Mabruri, kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (4/2).

Laki-laki yang berada di panti pijat ketika operasi terjadi, tutur Mabruri, bukanlah anggota DPRD Kota Jambi FPKS, Zulhamli Al Hamidi seperti yang diberitakan media massa.

“Oknum yang mengaku PKS tersebut setelah di cek bukan pengurus DPW Jambi. Mungkin hanya simpatisan PKS,” kilahnya.

Meski begitu, lanjut Mabruri, DPP PKS masih menunggu laporan secara resmi dari DPW Jambi terkait hal tersebut. Karena sebelumnya, mekanisme di PKS dari wilayah memberikan informasi secara tertulis kepada koordinator wilayah Sumatera. Setelah itu baru memberikan laporan secara tertulis kepada DPP PKS.

“Kebetulan setiap Rabu kita ada rapat Badan Pelaksana Harian (BPH), jika laporan tertulis itu sudah sampai kita akan masukkan dalam agenda rapat,” ucapnya.

Zulhamli anggota DPW PKS Jambi pada Selasa (3/2) siang tertangkap sedang berada di dalam kamar salah satu panti pijat saat digelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) oleh Poltabes Jambi.

Menurut Wakil Ketua Bidang Pembinaan Kader DPW PKS Propinsi Jambi, M Zayadi, jika terbukti benar, partainya akan menjatuhkan sanksi tegas terhadap oknum anggota yang tertangkap di tempat panti pijat tersebut.

Sanksi yang bisa dijatuhkan kepada Zulhamli Al Hamidi, bisa berupa pemecatan sebagai anggota PKS. Jabatannya sebagai anggota DPRD Kota Jambi juga bisa diganti dalam waktu dekat.

Namun demikian, DPW PKS Jambi akan memanggil lebih dulu yang bersangkutan untuk menjelaskan kasusnya di hadapan Dewan Syariah PKS. “Apabila terbukti, ia akan ditindak tegas,” ujarnya.

PKS Jambi secara resmi sudah mengeluarkan larangan kepada seluruh anggota dan kadernya untuk tidak berada di tempat yang dianggap negatif oleh masyarakat.

Selain itu, DPW PKS Jambi juga akan mencopot yang bersangkutan dari Daftar Calon Tetap (DCT) anggota DPRD Kota Jambi pada Pemilu mendatang.

“Namun PKS tetap akan memberikan kesempatan kepada Zulhamli untuk membela diri di persidangan Dewan Syariah PKS yang digelar dalam waktu dekat,” tambahnya. [jib]

http://pemilu.inilah.com/ berita/2009/02/04/81052/pks- bantah-kadernya-maksiat/

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 comments

  1. bagaimanapun di PKS juga isinya manusia. tapi berita ini juga bisa bikin image PKS jadi negatif. PKS harus beri kebijakan yg pas itu

    PKS bukan manusia, tapi partai he he

  2. Salam!
    Hormati asas Praduga Tidak Bersalah donk, maksudnya:
    1. Belum tentu org tersebut adalh Zulhamli Al Hamidi, bisa saja org tsb adalah Zulhamidi Al Hamli (?!)
    2. Belum tentu org tsb adalah anggota PKS, bisa saja org tsb adalah justru pengurus PKS (Perkumpulan Kemaksiatan Sejahtra)
    3. Jika pun org tsb adalah Zulhamli Al Hamidi yg anggota/simpatisan PKS (Partai Keadilan Sejahtera), belum tentu keberadaan beliau di tempat tersebut adalh untuk tujuan maksiat, bisa saja beliau sedang melakukan misi Dakwah atau mungkin juga sedang ber”kampanye” dan menemui konstituen beliau (sekaligus memberikan “santunan”)
    Saya pribadi tidak percaya ada anggota PKS yang bermaksiat-ria, bukankah PKS adalah partai yg “santun, bersih dan religius”?! Atau jangan2 saya yg salah baca dan salah mengerti akan partai yg satu ini?!
    Kalau oknum, bisa aja

  3. 1. dipijat oleh perempuan bukan muhrim sudah pasti melanggar syariah
    2. bila benar pemecatan perlu dilakukan
    3. perlu diselidiki!!! bagaimana bisa satpol pp/polisi bisa melakukan razia di panti pijat yang konon resmi dan bersih pada saat kader pks ada di sana, bagaimana pula ada wartawan dan begitu cepat berita tendensius tersebar cepat. <note: konon panti pijat resmi baik yang bersih atau plus-plus punya link/koneksi khusus ke oknum aparat secara individu maupun institusional, sehingga panti2 tsb biasanya “terlindungi” dan informed thd razia2.
    4. perlu diselidiki!!! siapa yang menganjurkan Zulhamli untuk pijat di tempat tersebut.

  4. Hmm kalo ga salah baca ini tulisannya panti pijet bukan ‘panti pijet’ (dalam tanda kutip) alias PP ++,

    jadi mungkin dia emang dipijet beneran mungkin ama tuna netra atau pria tukang pijet beneran. hehehe..
    panti pijet image nya ancuur ya..kasian.

  5. to : absoen

    emang belum tentu si kader/simpatisan atau apapun namanya berada di dalam kamar dengan tidak berbaju melakukan maksiat,
    emangnya dibolehkan menurut syariat Islam, disentuh, dipijet-pijet, diremas-remas oleh orang yang bukan muhrimnya?

    kalau menurut hukum dinegeri tercinta ini sih boleh-boleh saja.
    wong ke lokalisasi saja boleh.

    Jika emang dia itu ‘cuman simpatisan’ kenapa kok di calonkan oleh PKS?
    emang kagak ada kader yang lebih berkualitas dari simpatisan yang belum jelas jluntrungannya.

  6. Absoen tidak selayaknya kita sesama muslim berkata-kata mengeneralisasi saudara kita sebagai pelaku kemaksiatan. dengan menyebut “PKS (Perkumpulan Kemaksiatan Sejahtra)” itu berarti anda telah menuduh ratusan ribu kader PKS juga melakukan kemaksiatan. Saya sebagai kader PKS mengakui itu salah dalam islam, saya tidak membelanya. saya hanya berdo’a semoga dia bertaubat dan dimapuni dosanya. saya juga berdo’a semoga tidak terulang oleh kader PKS khususnya dan aktivis Islam umumnya. saya berharap absoen juga bisa lebih realistis dalam menilai, agar tidak menimbulkan dosa. Wassalam Sahabatmu 085276613304

  7. duh…duh.. jgn pada berantem donk!!
    hmm.. sy kader PKS ne..!! tentunya amat sangat tertohok ketika mendengar ada kader PKS yg melakukan “maksiat” mencoreng citra partai. saya fikir pemberitaan ini terlalu dini dan prematur untuk diangkat.
    1. SCTV menyatakan Kader PKS tertangkap di PP++ padahal itu adalah PP resmi bukan PP++ yg bernada tendensius ketika di dengar masyarakat.
    2. setingkat kader PKS yg akan mewakili fraksi tentunya memiliki kualitas tarbiyah yg baik (terseleksi) so… kecil kemungkinan bahwa itu bener2 disengaja tanpa ada unsur asing yg inklud di dalamnya.
    3. sebagai PP resmi knpa satpol PP melakukan razia disana?? bukankah sudah ada perizinan resmi???
    4.kenapa wartawan begitu cepat akses terhadap info ini, dengan sgr berada di TKP ??

    5. JELAS INI KONSPIRASI BESAR UNTUK MENJATUHKAN PKS!!!
    6. KITA HARUS SELIDIKI JGN2 SCTV MERUPAKAN “UNDERBAW” DR PARTAI TERTENTU???

    HIMBAUAN UNTK KADER PKS “TETAP SEMANGAT BAHAGIAKAN UMAT HARAPAN ITU MASIH ADA”

    KEEP ISTIQAMAH UNLIMITED ^_^ 8 OKE

  8. Itu biasa…jgn kaget, kemarin ada oknum ustadz yg (maaf)memperkosa anak muridnya sendiri.wakil ketua DPRD yg tertangkap dan di duga sedang berjudi n pesta Sabu sabu jga ada….

  9. RAMALAN SAYA PARTAI PKS DI DI JELEK2 KAN OLEH PARTAI LAIN, YG MEMPUNYAI KEPENTINGAN. SAYA MEMAKAI BAJU PARTAI DEMOKRAT DAN PERGI KE GEREJA, APAKAH SAYA BISA DIBILANG KADER DEMOKRAT YG BAIK? BELUM TENTU, KADER BUKAN MALAIKAT MANUSIA TIDAK PERNAH TERLEPAS DARI KESALAHAN, DAN JANGANLAH KARENA NILA SETITIK RUSAK SUSU SEBELANGA. DAN JANGANLAH SEGELINTIR ORANG ISLAM BERBUAT NGAK BAIK SEMUA PEMELUK ISLAM SEDUNIA DI SALAHKAN.

  10. Setiap berita yang kita terima wajib kita tabayyun / klarifikasi terlebih dahulu..agar terjadi keobyektifan dari berita tsb..kalaupun benar ada “oknum ” atau simpatisan partai yang melakukan itu..dia wajib memohon ampun kpd Alloh atas dosa2nya..kalu slah pasti ada pihak yang ingin mnghacurkan “nama PKS” (yg mudah2an partai yg bersih dan santun)…ok mari bangun negara ini dengan semangat husnuzzon kepada orang lain… INSYA ALLOH HARAPAN MASH ADA!!!

News Feed