EJAKULASI PANGGUNG

Di era lomba terkenal semua modus dan cara ngetop dicoba, termasuk melontarkan ide kriminal pengusiran orang shalat dari masjid.

Makhiavelisme (menghalalkan semua cara) dianut oleh yang tak bermalu dan miskin keunggulan orisinal demi mengais ketenaran instan.

Sebagian orang menjadi terkenal karena melakukan tindakan yang orang-orang normal tak mau atau malu melakukannya.

Sebagian orang dikenal penceramah kondang karena berani ngomong ngawur demi memuaskan dahaga para intoleran yang nengangkangi umat.

Ceramah bertabur kata vulgar dan hatespeech terhadap Syiah bisa dipastikan akan mendulang ketenaran dan mengundang banyak viewer.

Bagi orang-orang yang menganggap agama sebagai hiburan, kehebohan dan ketenaran adalah parameter keilmuan bahkan anugerah gaib.

Orang-orang yang mabuk ketenaran mengira banyak orang iri kepada ketenarannya, padahal yang “gilo” lebih banyak.

Hidup bersahaja tak dikenal lebih mulia daripada tenar karena menghina raga dan karena menyesatkan sesama Muslim.

Syahwat panggung dan kemaruk kamera demi pujaan dan receh adalah tanda disabelitas moral.

Salah satu faktor ketenaran adalah kekonyolan alami, kesalahan konstan dan keunikan yang sulit ditiru.Toni Blank adalah contohnya.

Tema dan frasa Syiah telah menjadi sumber nafkah besar bagi artis-artis intoleransi yang kreatif.

Kebencian kepada Syiah seakan sudah menjadi “takdir” orang-orang hedonis, pembeo dan pemuja viralisme.

Telah menjadi “takdir” para pelintas “Jalan Suci” ini untuk benci hasrat kuasa dan receh berkedok jargon bela agama setenar apapun.

Tapi hukum tak tertulis di tengah masyarat bahwa tokoh yang cepat tenar akan cepat redup.

Lebih baik tak tenar tapi bijak daripada tenar tapi intoleran.

Hidup bersahaja tak dikenal lebih mulia daripada tenar karena menghina raga dan karena menyesatkan sesama Muslim.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed