Empat Mata, Tayangan Tak Layak Tonton Versi MUI

tukul-dapat-aje.jpg

Tayangan Empat Mata di Trans7 yang dipandu komedian Tukul Arwana tidak layak ditonton masyarakat. Hal ini berdasarkan penilaian Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada paruh pertama di bulan Ramadan.

“Sebab mengeksploitasi kekerasan, seksualitas dan tindakan negatif lainnya,” ujar Ketua MUI Amidan di Kantor Depkominfo, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (26/9/2007).

Dijelaskan Amidan, penilaian MUI terhadap tayangan Empat Mata itu terlihat pada 14 September dengan bintang tamu pemain film Chintami Atmanegara. Tayangan itu mengulas peran olahraga untuk membuat kencang tubuh, khususnya dalam memuaskan suami.

Saat itu, lanjut Amidan, Chintami berkata “Mas Tukul matanya jangan melihat sini terus,” (sambil melihat ke buah dada Chintami).

Adegan tidak berhenti sampai disitu, menurut Amidan, Chintami juga mempermainkan resleting bajunya, seolah-olah melindungi buah dada, tapi sekaligus mengundang perhatian pada area itu.

Selain Empat Mata, tayangan tidak layak tonton versi MUI lainnya ada 16, yakni:

1. Sinetron Cowok Ideal yang ditayangkan Senin 17 September pukul 09.00 WIB oleh SCTV.

2. Cinta Lama Bersemi Kembali, pada Jumat 14 September pukul 13.00 WIB di SCTV.

3.Legenda Buta Kala, pada Jumat 14 september pukul 20.15 di TPI.

4. Stasiun Ramadan, saat sahur di RCTI pukul 03.00 WIB-04.30. Acara tersebut dipenuhi percandaan yang berbentuk olok-olok dan sebutan-sebutan yang merendahkan manusia dan aksi yang melecehkan bentuk fisik seperti gigi tongos Tukul yang dieksploitasi.

5. Sinetron Ramadan Keluargaku Harapanku yang ditayangkan Indosiar menjelang magrib.

6. Stardut yang ditayangkan Indosiar usai tarawih tiap hari Jumat.

7. Sinema Lost in Singapur pukul 7.30-8.30 tiap hari Sabtu di Lativi.

8. Film Warkop DKI setiap Sabtu dan Rabu pagi di Lativi.

9. Empat Mata Sahur di Trans7.

10. Ngerumpi pukul 09.00 WIB.

11. Gosip Pagi di Trans7.

12. Kayamath di antv.

13. Seleb Dance pukul 21.00 WIB.

14. Silat Lidah pukul 20.00 di antv.

15. MTV Ampuh pukul 10 pagi pada tayangan penyanyi Dewi Sandra dengan lagunya Cinta Lama yang memperlihatkan bagian dada dan adegan pelukan.

16. Saatnya Kita Sahur, TransTV. Terlihat penampilan Olga Syahputra yang terlalu vulgar berperan sebagai wanita.

Untuk itu, Amidan mengimbau orangtua jika anak-anak menonton tayangan tersebut untuk segera mematikan televisi.

“Kita tidak berwenang untuk menghentikan. Kita hanya menyerukan tayangan tidak layak ditonton,” tutup Amidan. (Anwar Khumaini – detikcom/26/09/2007 13:25 WIB)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 comments

  1. Kalau mau ditambah lagi, G-Spot, Check and Richek, Kiss, Insert, Tom and Jerry, etc yang membuat space ini tidak bisa menampung daftar tayangan dimaksud. Tapi saran tinggal saran, tidak punya dampak dan resiko apa2. Ibarat Hukum tanpa sangsi apa2 lha siapa yang mau taat, ada sangsi aja tidak jalan apalagi imbauan !
    Prilaku generasi dulu yg belum ada tayangan sejenis 4 mata saja udah seperti banyak prilaku kriminal seperti sekarang, bagaimana generasi yang akan datang ???

  2. Lihat Sekitar ?
    Berap banyak orang yang mengaku dirinya islam tetapi memperlihatkan kekerasan, ketidak sopanan….???
    kasus pembubaran masa ahmadiyah…berapa banyak orang yang mengumandangkan Allhuakbar dengan melempar batu, merusak rumah masjid kaum ahmadiyah???
    apakah pernah islam mengajarkan itu?
    bukankah dalam islam setiap masalah harus di selesaikan dengan damai….bukankah Rassullullah mengikatkan kita untuK tidak ” Marah marah dan marah “??

    Bukankah hal2 seperti itu yang lebih harus MUI tindak..pencemaran nama baik kaum islam yang dalam ajaran islam tidak ada kekerasan….
    janganlah bangga mengumandangkan Allahhuakbar jika sikap kita, apa yang kita lakukan berlainan dengan ajaranNYA

    Malukah anda ?
    Sdarakah anda ?

    ML: Santai azaaa. Ini versi MUI, bukan versi saya. Ini cuma berita. Simpan marahnya. pengelola blog ini juga tidak mendukung anarkisme. Baca artikel-artikel lainnya untuk membuktikannya. Baru datang dari mana, mas? Anyway, thank’s atas commentnya.

  3. Terus gmn Dek tuk ngimbangin tayangan2 itu? bukankah LISANUL HAL AFSHAHU MIN LISANIL MAQAL….sp yg pertama akan di tanyakan oleh Allah kelak ?

  4. Yg bikin saya sedih kok acara BUKAN EMPAT MATA ( EMPAT MATA ) malah tambah “berkibar” di mata pemirsa Indonesia.hanya sebatas ginikah moral bangsa kita yg mayoritas Muslim ini ? sdh tdk ada lagi kecemburuan dalam menghormati nilai2 agama seprtinya bangsa ini.Orang seprti Tukul yg buat saya sangat tdk lucu bisa membuat hampir seluruh mata bangsa ini menjadi”terpesona”.kotornya acara ini bisa dilihat bagaimana Si Robot Tukul mengajukan pertanyaan melalui laptop yg hampir rata2 membuka aib bintang tamunya.dan yg sangat aneh si Bintang tamu “menikmati” aib nya dibuka oleh Tukul si Robot Kebodohan itu..dan yg lebih sedih lagi penonton di studio bertepuk tangan & mengkuti gaya konyol Imam Tukul..saya pernah protes keras waktu tukul mewawancarai JULIA PEREZ & NADIA CANDRAWINATA dmana dia mengundang seorang Ustad ( buat sy dia bukan ustad ) yg berfungsi mlegalisasikan KEBOBROKAN JP & NC dgn memanfaatkan Hadis Rasulullah SAAW ..dan episode kurang ajar ini malah ditayngkan ulang lagi..ntah apa maksudnya..Ingat kehancuran para perusak Moral bangsa cuma tinggal masalah waktu saja

  5. Saya hanya memberikan saran kepada bukan empat mata, dilihat dulu bintang tamunya latah atau tidak. Saya sebenarnya suka sekali sama acara tersebut. Tetapi, saya hanya saran, kalau bintang tamunya sekiranya latah dan dapat menjurus ke kata-kata vulgar, lebih baik taping saja, agar bisa disensor dan diedit.

News Feed