EPISTEMOLOGI DIRI

“Diri” adalah subjek primer yang terabaikan karena sebagian besar manusia sibuk dengan subjek-subjek terinderakan di luar diri.

Diri tak terlihat, tak tercium, tak terdengar, tak teraba, tak terbayang, tak tergambarkan dan tak terpikirkan tapi dialami.

“Diri” tak terinderakan karena dialah penggerak dan pengarah indera.

“Diri” tak terpikirkan karena dialah sumber dan penata pikiran.

“Diri” tak tergambarkan karena dialah yang menggambarkan.

[ads1]

 

“Diri” tak tersusun dan tak berbagi karena dia satu.

“Diri” tak bergerak karena dialah penggerak.

“Diri” tak bertempat karena tak bermassa.

“Diri” tak dilahirkan tapi disebarkan (“ditiupkan”).

“Diri” tak berwarna karena tak bergelombang dan tak bervolume.

“Diri” tak terketahui tapi disadari dan dialami.

“Diri” menduplikasi segala yang berhubungan dengannya.

“Diri” yang selalu ditandai dengan “aku” dan semaknanya adalah batang utama personalitas dan identitas manusia (orang).

Mengenali “diri” berarti mengenal Sang penyebar diri.

Mengenali “diri” yang teralami tapi tak terinderakan dan tak terpikirkan berarti mengenal dan “mengalami” Tuhan.

Diri anda adalah hembusan wujudNya.

Setiap “diri” adalah sebaran Diri Tunggal.

Inilah sekelumit tentang Epistemologi Diri.

loading…


News Feed