Film Holocaust Versi Iran

Sebuah film mini seri yang hampir setema dengan film Schindler’s List mulai tayang di Iran. Film ini mengisahkan seorang diplomat Iran yang bertugas di Paris saat Perang Dunia II dan menyelamatkan banyak Yahudi yang diburu-buru Nazi.

Mini seri bertema Nazi dan Holocaust yang tampaknya mulai populer di Iran ini cukup mengejutkan. Pasalnya, pertama mini seri ini diputar di stasiun televisi nasional yang dioperasikan negara. Kedua, akhir 2006 lalu, Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad menggelar sebuah konferensi internasional bertema holocaust. Hasil dari konferensi tersebut, Iran menyatakan bahwa holocaust hanya isapan jempol belaka.

Film seri berjudul Zero Degree Turn ini secara umum menampakkan rasa simpati pada komunitas Yahudi. Salah satu scene yang ditampilkan adalah laki-laki, perempuan dan anak-anak, dengan tanda Bindang David berwarna kuning di baju mereka diangkut paksa oleh tentara Nazi ke sebuah truk lalu dibawa entah ke mana.

Lalu seorang diplomat Iran yang bekerja di Paris melihat pemandangan ini. Nama diplomat muda Iran tersebut adalah Habib Parsa. Ia mulai memutar otak untuk menyelamatkan komunitas Yahudi ini dari pembantaian Nazi. Salah satu cara yang ia dapatkan adalah memberikan paspor Iran kepada warga Yahudi dan memperbolehkan mereka terbang langsung ke Palestina.

Konon, karakter Habib Parsa diambil dari tokoh yang benar-benar pernah ada dan melakukan hal yang sama. Seorang diplomat yang bekerja di Kedutaan Iran di Paris dan telah memberikan sekitar 500 paspor Iran kepada warga Yahudi agar bisa lolos dari kejaran Nazi.

Hari ini, di Iran hidup tak kurang dari 25. 000 warga keturunan Yahudi. Pada tahun 2000 saja terdapat 33 buah sinagog yang berdiri dengan aman di Teheran. Bahkan di parlemen Iran terdapat wakil dari kaum Yahudi di negeri Syiah Imamiyah itu. Angka ini adalah angka terbesar kedua di Timur Tengah setelah Palestina.

Salah satu analisa tentang penayangan film ini adalah, Iran ingin menampilkan wajah lain negerinya, terutama pada dunia Barat dan jaringan Yahudi. Penayangan serial ini cukup penting dan bisa disebut sebagai penanda arah baru kebijakan informasi Iran.

Pasalnya, semua materi yang ditayangkan di televisi nasional Iran harus melalui sensor terlebih dulu di bawah badan yang dipimpin oleh Ayatullah Ali Khamenei, pemimpin spiritual tertinggi di Iran. Maka jika serial ini lulus, tentu saja atas persetujuannya. Apakah ini pertanda arah baru hubungan internasional yang sedang dibangun oleh Iran? Kita lihat saja jalan ceritanya. (Herry Nurdi/rz/Muslimnews )

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments

  1. Yahudi memang berkembang pesat di bawah peradaban Islam.
    Max I. Dimont, dalam bukunya “Jews, God, and History, mengkonfirmasikan hal ini.

  2. keberadaan yahudi sudah sejak jaman pra sejarah, dibawah pemerintahan Rosulpun sdh ada yahudi bahkan Imam Ali as pernah demi sesuap nasi bekerja pada yahudi.jadi yg salah itu yg mempolitisir yahudi demi kepentingan kekuasaan yg dilakukan oleh zionis.

News Feed