FILOSOFI KESEDERHANAAN

Orang sederhana adalah orang yang tidak menganggap harta dan benda sebagai penyempurna diri.
Kesederhanaan bukan cara hidup miskin tapi cara hidup yang tidak rumit.
Kesederhana dalam berpikir menimbulkan kerumitan dalam bertindak. Kerumitan dalam berpikir melahirkan kesederhanaan dalam bertindak.
Berpikirlah secara rumit dan bertindaklah sederhana.
Hidup sederhana bagi yang miskin adalah keniscayaan. Hidup sederhana bagi yang kaya adalah kesempurnaan.
Sederhana adalah sifat asli jiwa. Kompleks adalah sifat asli raga.
Sederhana itu ringan dan melambung. Rumit itu berat dan menukik.
Orang sederhana bukanlah yang tidak memiliki harta, tapi tidak dimiliki harta. ~Imam Ali~
Miskin belum tentu sederhana. Kaya belum pasti glamor. Kesederhanaan ditentukan oleh nilai, bukan harga.
Kekayaan adalah yang dicari. Kefakiran adalah yang dihindari. Kemiskinan adalah yang diterima. Kesederhanaan adalah yang disadari.
Orang sederhana mengutamakan substansi, mengabaikan pernik-pernik atribut. Orang rumit mengabaikan substansi, mementingkan assesoris.
Salam kepada Nabi pengelus hati orang-orang miskin! Salam kepada yang pertama dalam duka dan terakhir dalam suka. Salam kepada Cahaya kedua yang wafat pada 29 Shafar SAW
Yang kau himpun pasti sirna. Yang kau bangun pasti runtuh. Yang kau lahirkan pasti wafat. Yang kau lakukan pasti dihitung. (Nabi teragung)
Kesederhanaan tidak identik dengan busana lusuh, wajah polos dan senyum boros. Kesederhanaan adalah harmoni pikiran yang logis dan tindakan yang etis.
Orang sederhana memilih keluar dari arena perebutan antara yang ingin mempertahankan atau menambah kekayaan dan yang ingin mengambil kekayaan.
Baca: FILSAFAT ITU SIMPEL, juga Tuhan Berfilsafat?

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed